2 years ago
2 mins read

PKI Jadi Pragmatis setelah Peristiwa Madiun 1948

Tokoh PKI Amir Sjarifoeddin. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Awal 1950-an merupakan masa yang buruk bagi Partai Komunis Indonesia (PKI). Keadaannya babak belur, organisasinya hancur lebur.

Sekitar 36 ribu anggotanya ditangkap karena terlibat dalam Peristiwa Madiun 1948. Beberapa tokoh pentingnya seperti Amir Sjarifoeddin dieksekusi mati.

Masa-masa itu merupakan persimpangan antara hidup dan mati bagi PKI. Tapi berbeda dengan 1965, partai berlogo palu dan arit itu berhasil selamat. Sikap pragmatis pemimpin-pemimpinnya menarik PKI dari jurang ambang kehancuran.

Adalah tugas Dipa Nusantara (DN) Aidit untuk memperbaiki keadaan dan menyelamatkan partai. Dan ia berhasil melakukan tugas sulit tersebut melalui kompromi kepada Partai Nasional Indonesia (PNI) yang beraliran nasionalis.

Kesempatan Aidit datang ketika perpolitikan Indonesia dibuat lumpuh oleh jatuh-bangunnya pemerintahan era Demokrasi Liberal.

Perbedaan ideologis dan kebijakan yang terlalu tajam antara partai-partai mengakibatkan mereka dengan mudahnya menarik dukungan dari kabinet-kabinet yang silih berganti.

Saat itu, partai-partai yang ada sibuk mencari dukungan yang diperlukan untuk menyusun dan menjalankan suatu kabinet. Di sini terjadi gayung bersambut antara PKI dan PNI.

Pencarian PNI untuk dukungan dari partai-partai lain menjadikan PKI dilirik. Dan PKI menanggapi lirikan itu dengan memutuskan beraliansi dengan PNI di parlemen.

Setidaknya hingga terjadinya Peristiwa Madiun 1948, PKI cenderung berdiri sebagai kekuatan politik tersendiri. Dengan kebanggaan dan rasa percaya diri akan kekuatannya dan posisinya di masyarakat. Tapi anggapan itu dibantahkan ketika para pimpinan dan anggota ditangkapi atas tuduhan memberontak terhadap pemerintah.

Kini, PKI mengubah posisinya itu jadi apa yang disebut oleh mereka sebagai ‘rezim nasional’. Jose Eliseo Rocamora dalam Nasionalisme Mencari Ideologi: Bangkit dan Runtuhnya PNI 1946-1965 menjelaskan posisi tersebut sebagai ‘pengakuan terhadap keabsahan beberapa tujuan nasionalisme radikal’.

Artinya, PKI tidak hanya mengakui kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga kelompok nasionalisme radikal di PNI. Oleh karena itu, mereka siap untuk mewadahi aliansi antara diri mereka sendiri dengan PNI.

Wacana ‘rezim nasional’ tersebut diwujudkan ketika PKI memberi dukungan terhadap pembentukan kabinet pemerintahan oleh Ali Sastroamidjojo I, seorang PNI pada 1953.

Bersama dengan Partai Nahdlatul Ulama (NU), PKI menaruh badan di belakang kabinet Ali. Di sana, mereka membela kabinet dari serangan-serangan Partai Masyumi dan PSI yang beroposisi.

Salah satunya adalah ketika Masyumi mengadakan demonstrasi unjuk kekuatan di Jakarta pada Februari 1954, PKI-PNI mengadakan aksi tandingan.

Kemudian, PKI dan organisasi serikat buruh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) yang terafiliasi dengannya membela pemerintahan saat mereka didemo oleh KBSI pimpinan Partai Sosialis Indonesia (PSI) karena masalah ekonomi pada Mei 1955.

PKI dan SOBSI mengecam demonstrasi itu sebagai tindakan reaksioner, anti kelas pekerja, dan upaya-upaya sabotase terhadap negara.

Donald Hindley dalam The Communist Party of Indonesia 1951-1963 menjelaskan keuntungan yang diperoleh PKI dari sikap dan tindakannya mendukung PNI.

Menurutnya, keuntungan PKI beraliansi dengan PNI sangat jelas, yaitu ‘kebebasan dari represi pemerintah, mengembalikan kehormatan partai (setelah Peristiwa Madiun 1948), dan (pecahnya) kubu non-komunis dan anti-komunis’.

Dan itu semua mendatangkan dampak yang nyata kepada PKI. Partai tersebut mengalami pertumbuhan yang pesat selama Kabinet Ali I memerintah. Keanggotaannya bertambah dari 130 ribu orang menjadi hampir satu juta orang. Hal itu dimungkinkan oleh berkurangnya larangan dan campur tangan pemerintah terhadap aktivitas-aktivitas PKI.

Kemudian, pejabat-pejabat PKI dapat muncul kembali di permukaan. Setelah tiarap usai gagalnya pemberontakan komunis di Madiun 1948, mereka kini PKI kini dapat tampil saat bekerja sama dengan kaum nasionalis melawan sisa-sisa imperialisme Belanda di Indonesia.

Dukungan PKI itu memungkinkan Kabinet Ali Sastroamidjojo I untuk bertahan selama dua tahun. Hal itu menjadikan kabinet tersebut memiliki umur terlama setelah Kabinet Zaken Djuanda yang didirikan beberapa tahun kemudian.

Tapi bukan berarti PKI memberikan dukungannya secara cuma-cuma. Partai itu juga mempercayakan agenda-agenda revolusioner kepada PNI. Selain itu, PKI juga mengkritik kabinet Ali dalam berbagai kesempatan.

Secara keseluruhan, pragmatisme PKI dalam mendukung PNI telah menyelamatkan dan membesarkan partai.

Mendekati tahun 1955, kondisi PKI jauh berbeda dari tahun 1948. Partai tersebut tidak lagi jadi partai yang lemah, tapi berhasil menghadapi tantangan eksistensialnya dan menjadi kekuatan politik yang dipertimbangkan di Indonesia.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay
Analisis Ritme Tumble Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Tempo Perputaran dan Perubahan Dinamika Gameplay
Pemetaan Pola Tumble Mahjong Ways Kasino Online dilihat dari Kecepatan Alur dan Tingkat Intensitas Permainan
Kajian Peran Scatter Mahjong Ways Kasino Online dalam Sesi Bermain Singkat serta Ragam Perubahan Gameplay
Pengamatan Variasi Tumble Mahjong Ways Kasino Online melalui Perubahan Tempo dan Hasil Gameplay yang Muncul
Telaah Mekanisme Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online lewat Rangkaian Alur Beruntun dan Aktivasi Fitur Gameplay
Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online ditinjau dari Tempo Tumble dan Dinamika Gameplay
Karakter Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Tinjauan Tempo serta Intensitas Permainan
Eksplorasi Evaluasi Scatter Mahjong Ways Kasino Online pada Konteks Sesi Singkat dan Variasi Gameplay
Transformasi Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Kerangka Tempo dan Keragaman Output Gameplay
Struktur Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Dinamika Alur Beruntun serta Pola Aktivasi Gameplay
Go toTop

Jangan Lewatkan

Dari PKI ke Korupsi

JAKARTA – Pada masa Orde Baru kekuasaan tidak membutuhkan pembuktian,

Kisah M Natsir Berkonflik dengan PKI tapi Bersahabat dengan Aidit

JAKARTA – Kisah Mohammad Natsir dan DN. Aidit merupakan salah
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88