2 years ago
2 mins read

Visi Dasasila Bandung untuk Ciptakan Perdamaian Dunia

Suasana KAA di Bandung. (Foto: Web)

JAKARTA – April 1955 jadi momen yang penting bagi Indonesia. Melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA), Indonesia berhasil menancapkan dirinya jadi kekuatan yang dipertimbangkan dalam perpolitikan dunia.

Acara tersebut mengumpulkan negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka sebagai kekuatan independen dalam suasana konflik Perang dingin antara blok Barat dan Timur.

Perang dingin saat itu memaksa banyak negara untuk memilih antara blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. Dan konsekuensi dari pilihan mereka akan menjadikan negara-negara ini berkonflik satu sama lain.

Tapi KAA yang diselenggarakan Indonesia sebagai tuan rumah memberikan visi baru. KAA memberikan gambaran dunia dimana negara-negara yang saat itu sedang bersitegang dapat hidup berdampingan dengan damai.

Visi tersebut dipaparkan dalam sepuluh prinsip atau dasasila yang menjadi hasil diskusi panjang negara-negara peserta KAA dalam merumuskan rancangan tatanan dunia baru pascakolonial yang ingin mereka buat.

Sepuluh prinsip atau yang kemudian dikenal ‘Dasasila Bandung’ memiliki lingkup yang luas. Tapi pada dasarnya, prinsip-prinsip tersebut berputar kepada penghormatan negara-negara terhadap piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dasasila tersebut mendesak negara-negara untuk “Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam Piagam PBB.”

Setelahnya, dasasila itu juga berbicara mengenai “Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil.”

Dasasila ini juga meminta negara-negara untuk menghormati kedaulatan satu sama lain. Seperti yang termaktub dalam sila-sila “Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB.”

Kemudian, dasasila itu juga mendorong agar negara-negara menjaga keamanan global dengan menahan diri tidak membentuk kubu-kubu yang bisa mengakibatkan ketegangan satu dan yang lainnya.

Hal itu ditekankan dalam sila-sila “Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara.”

Dasasila Bandung juga mendesak negara-negara untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan cara-cara yang damai. Sila “Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB,” membahas itu.

Serangkaian prinsip ini meminta agar negara-negara hidup demi kepentingan bersama dalam komunitas internasional yang diatur oleh hukum-hukum internasional. Dua sila terakhir menekankan negara-negara untuk “Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama,” dan “Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.”

Dokumen “Pernyataan Mengenai Usaha Memajukan Perdamaian dan Kerjasama di Dunia” yang mendahului penyebutan prinsip-prinsip tersebut menjelaskan bahwa Dasasila Bandung ada untuk menjaga hubungan yang baik antara negara-negara di dunia. Agar mereka dapat hidup secara berdampingan bebas dari segala rasa kecurigaan dan ketakutan.

Setelah merasa “bebas dari perasaan curiga dan takut dan dengan saling mempercayai dan menunjukkan goodwill”’ para pencetus Dasasila Bandung berharap negara-negara diharapkan bisa menjalankan toleransi dan hidup bersama dalam perdamaian sebagai tetangga yang baik dan menjalankan kerja sama dalam suasana persahabatan.”

Merefleksikan kembali Dasasila Bandung, kita diingatkan oleh impian besar pendahulu-pendahulu negara kita untuk menciptakan komunitas internasional yang dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Ini merupakan sebuah teguran keras bagi kehidupan dunia yang semakin tegang. Dan peran Indonesia di dalamnya yang masih bisa lebih optimal lagi melaksanakan salah satu amanat konstitusi, yaitu ‘ikut melaksanakan ketertiban dunia’.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Alasan Teh Lia Istri Ridwan Kamil Tidak Maju Pilwalkot Bandung

JAKARTA – Calon Gubernur (Cagub) Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Ridwan

Konflik Abad ke-21 dan Kembalinya Realisme ke Hubungan Internasional

JAKARTA – Serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan ini membawa manusia
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88