2 years ago
2 mins read

Kodam TNI Baru Untuk Apa?

Rapim TNI dan Polri 2024 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur (Foto: Tni.mil.id)

JAKARTA – Di tengah hangatnya ketegangan geopolitik regional dan global yang menuntut kemampuan menangkal ancaman militer dari luar negeri, rencana Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membentuk sejumlah Komando Daerah Militer (Kodam) baru di 22 provinsi patut dipertanyakan relevansinya.

Alasan apa yang mendasari rencana ini? Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan pembentukan Kodam baru akan sejalan dengan “percepatan pembangunan”, utamanya di daerah-daerah tertinggal.  Menurutnya, kehadiran personel melalui Kodam dapat mensejahterakan masyarakat, mengantisipasi ancaman bencana alam, dan konflik sosial setempat.

Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak menambahkan pula bahwa rencana ini ditujukan untuk “menyeimbangkan” jumlah Kodam di setiap provinsi. KSAD mengangkat fakta bahwa setiap provinsi memiliki gubernur dan kapolda, tetapi tidak semuanya memiliki panglima Kodam berpangkat brigadir jenderal bintang satu.

KSAD juga membagikan perspektif menarik: ketika berkunjung ke berbagai daerah, warga setempat meminta kehadiran militer agar bisa “mendamaikan masyarakat”dan “membantu pembangunan”.

Dengan kata lain, dari argumen kedua perwira—setidaknya, yang dibagikan secara terbuka kepada publik—ternyata rencana pembentukan Kodam baru sama sekali bukan berdasarkan pertimbangan ancaman militer yang nyata dan matang.

Menanggapi argumen-argumen tersebut, dua pertanyaan penting harus dijawab. Pertama, mengapa militer makin dilibatkan (atau melibatkan dirinya) tugas pembangunan domestik, alih-alih berfokus meningkatkan kapabilitas dan tata kelola untuk menghadapi ancaman eksternal?

Kedua, apa urgensinya menghadirkan lebih banyak personel dan satuan militer di daerah-daerah yang tidak memiliki potensi ancaman eksternal yang jelas? Mengapa dianggap perlu disetarakan kehadirannya seperti Polri?

Sebagai fondasi berpikir, perlu dipahami perbedaan mendasar antara kedudukan militer dan lembaga keamanan lain di suatu negara. Hal ini berkaitan dengan fungsi “pertahanan” dan “keamanan” yang secara teoretis dieksekusi dengan metode yang berbeda serta terhadap pihak yang berbeda, tetapi kerap dipaketkan menjadi satu kesatuan dalam praktiknya di Indonesia.

Militer pada hakikatnya hadir untuk melindungi keberlangsungan hidup dan kedaulatan negara, alias fungsi pertahanan, dengan menghadapi ancaman militer dari luar negeri. Sementara fungsi keamanan umumnya mencakup penindakan ancaman dalam negeri seperti terorisme, kejahatan terorganisasi, dan gangguan sosial-politik, yang sepatutnya dilaksanakan institusi penegak hukum seperti kepolisian.

Selama era Orde Baru, militer dan kepolisian disatukan dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan melaksanakan fungsi sosial-politik domestik melalui doktrin dwifungsi. Ketika Reformasi bergulir, keduanya dipisahkan dalam rangka delineasi yang lebih jelas antara fungsi pertahanan dan keamanan, sehingga militer mampu lebih profesional dan tidak disibukkan urusan sosial-politik dalam negeri.

Peneliti politik Virdika Utama menilai rencana pembentukan Kodam baru berpotensi memundurkan progres Reformasi tersebut dengan membuka jalan bagi keterlibatan militer yang lebih intens di ranah sipil sehingga memundurkan demokrasi. Selain itu menurutnya, tumpang tindih wilayah Kodam dengan wilayah administrasi provinsi juga rawan memperluas pengaruh militer terhadap pemerintahan sipil.

Memang, ancaman keamanan modern kian berkembang sifatnya menjadi makin kompleks. Bahkan, ancaman tersebut kerap melintasi batas-batas wilayah negara, seperti hadirnya sindikat perdagangan manusia internasional, kelompok teror yang menjadi bagian dari jaringan lintas negara, dan aktor serangan siber yang tidak terafiliasi negara tertentu, sehingga memerlukan kapabilitas lebih untuk menangkal dan menanganinya dengan efektif.

Namun, bukan berarti militer-lah lembaga yang pantas dilibatkan dalam semua masalah tersebut. Hadirnya lembaga dengan kapasitas yang terspesialisasi di bidang tertentu, seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan seterusnya, seharusnya dioptimalkan untuk mengatasi ancaman keamanan modern.

Sementara itu, militer sendiri semestinya berkonsentrasi pada tugas-tugas pertahanan negara. “Menarik” militer ke ranah keamanan domestik membuka kemungkinan bahwa masalah keamanan yang melibatkan warga negara akan ditangani dengan pola pikir perang; pengancam keamanan di-musuh-kan dan dilenyapkan layaknya tentara negara musuh yang menyerang.

Kembali ke komentar KSAD tentang permintaan warga menghadirkan militer di daerahnya, fenomena tersebut justru menggambarkan bahwa lembaga-lembaga sipil masih kurang mumpuni kapabilitasnya. Karena itu, seharusnya diperbaiki agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, tanpa mesti menyeret-nyeret militer.

Tidak bisa dimungkiri, hadirnya komando teritorial berakar dari sejarah Indonesia berperang gerilya pada masa awal kemerdekaan, ketika gotong royong antara tentara dan rakyat di daerah setempat penting dibangun agar Indonesia mampu menghadapi musuh yang bersenjata canggih dan lebih terorganisasi.

Namun, situasi keamanan dan tren ancaman secara global di abad ke-21 sudah jauh berkembang, tidak lagi bertumpu pada pola pikir perang gerilya.

Entah apa alasan di balik layar yang tidak kita ketahui. Yang jelas, pembangunan pertahanan Indonesia (beserta alokasi anggarannya) idealnya berfokus pada peningkatan penguasaan teknologi persenjataan dan deteksi serangan dini, antisipasi strategi inovatif musuh, dan proyeksi kekuatan ke luar untuk mencegah potensi konflik.

Bukan berfokus ke dalam negeri untuk menghadapi rakyatnya sendiri.*

Kenzie RyvantyaMahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI).

Komentar

Your email address will not be published.

Analisis Statistik Lanjutan Mekanisme Eliminasi Simbol Mahjong Ways 2 Dalam Ekosistem Reel Berbasis RNG
Pembacaan Data Temporal dan Pola Sistem Interaktif Kini Dianggap Lebih Presisi dalam Memetakan Aktivitas Digital
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern
Kajian Teoretis Evolusi Grid Mahjong Ways 2 Dalam Pembentukan Kombinasi Melalui Mekanisme Cascading Adaptif
Pendekatan Analitik Terhadap Dinamika Komposisi Reel Mahjong Ways 3 Pada Sistem Distribusi Simbol Adaptif
Tingkat Interaksi Konten Online Terus Meningkat Seiring Kehadiran Starlight Princess
Berbagai Komunitas Digital Mulai Aktif Membahas Tren Mahjong Ways di Era Modern
Aktivitas Online di Larut Malam Semakin Dikaitkan Dengan Meningkatnya Konten Bertema Mahjong
Fenomena Scroll Online yang Kerap Menampilkan Konten Mahjong Ways ke Permukaan
Perubahan Algoritma Platform Digital Membuat Konten Mahjong Ways Semakin Sering Muncul
Pengaruh Strategis Industri Perangkat Lunak Hiburan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Makro Dan Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Digital
Investasi Berkelanjutan Pada Infrastruktur Jaringan Menjadi Kunci Utama Dalam Menjaga Stabilitas Layanan Dan Kepercayaan Konsumen
Dinamika Algoritma Real Time Diklaim Meningkatkan Kompleksitas Pengalaman Bermain Dibanding Sistem Generasi Sebelumnya
Audit Rutin Perangkat Lunak Interaktif Modern Kini Dianggap Krusial Untuk Menjaga Transparansi Dan Kejelasan Sistem Secara Menyeluruh
Sistem Prediktif Berbasis Digital Membantu Pemain Memahami Peluang Lewat Data Real Time yang Terus Berkembang
Evolusi Infrastruktur Interaktif Berbasis Data Statistik Membuka Pengalaman Baru Bagi Para Pengguna Digital Modern
Transformasi Fitur Interaktif Pragmatic Play Dalam Membentuk Pengalaman Game Digital yang Lebih Modern
Ekosistem Platform Digital Mulai Bergeser Setelah Habanero Tampil Lebih Konsisten Dan Stabil
Kajian Mendalam Algoritma Statistik Membantu Mengungkap Struktur yang Lebih Dinamis Pada Ekosistem Digital Modern
Analisis Sistem Adaptif Mahjong Ways Dalam Menyikapi Evolusi Permainan Mesin Kasino di Era Digital
Konsistensi Akses Mahjongways Kasino Online melalui Tinjauan Stabilitas Sistem dan Interaksi Sesi Permainan
Kajian Stabilitas Aksesial Mahjongways Kasino Online terhadap Kestabilan Akses dan Pola Aktivitas Sesi
Tinjauan Akses Grafis Mahjongways Kasino Online dalam Kestabilan Sistem dan Dinamika Respons Teknis Harian
Aksesometri Kestabilan Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Respons Akses dan Ritme Sesi Permainan
Stabilometri Akses Mahjongways Kasino Online dalam Evaluasi Kestabilan Sistem dan Respons Aktivitas Harian
Distribusi Hasil Gates of Olympus melalui Observasi Simulasi Data Prediktif dalam Perspektif Analitik Digital Modern
Pola RTP dalam Simulasi Statistik Modern Membuka Arah Baru pada Neural Sintetis Regulatoris
Teknologi Infrastruktur PG Soft Mulai Mencuri Perhatian di Lanskap Hiburan Digital
Peran Besar Data dalam Membentuk dan Memperkuat Mekanisme Inti Game Online Modern
Mahjong Hadir dengan Evolusi Pola yang Jauh Berbeda dari Seri-Seri Sebelumnya
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
Game Penghasil Saldo DANA
10 Game Penghasil Saldo Dana Gratis yang Sudah Terbukti Membayar dengan Reward Harian Menggiurkan
Rekomendasi Game Penghasil Saldo Dana Gratis Terbaik 2026 dengan Sistem Reward Harian Paling Terkini
Game Penghasil Saldo Dana Gratis Tercepat Cair dan Paling Mudah Dimainkan Siapa Saja Rekomendasi Terbaru
5 Game Penghasil Saldo Dana Gratis Tercepat Cair dengan Cara Main yang Mudah untuk Semua Kalangan
9 Game Penghasil Saldo Dana Gratis Paling Populer dan Terbukti dengan Reward Harian Paling Menguntungkan
Tinjauan Akses Grafis Mahjongways di Kasino Online dalam Kestabilan Sistem dan Dinamika Respons Teknis Harian
Observasi Kestabilan Akses Mahjongways Kasino Online melalui Respons Sesi dan Ritme Permainan Harian
Evaluasi Stabilitas Akses Mahjongways Kasino Online dalam Kestabilan Sistem dan Respons Aktivitas Harian
Observasi Distribusi Hasil Gates of Olympus melalui Simulasi Data Prediktif dalam Perspektif Analitik Digital Modern
Pola RTP dalam Simulasi Statistik Modern yang Membuka Arah Baru pada Neural Sintetis Regulatoris Digital
Go toTop

Jangan Lewatkan

DPR: TNI Masuk Bunker di Lebanon Langkah Taktis

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai

Kasus Andrie Yunus, Amnesty Desak TPF Dibentuk

JAKARTA – Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88