JAKARTA — Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation untuk mendukung keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Bantuan senilai sekitar USD 190.000 atau setara Rp 3,3 miliar itu diserahkan secara simbolis dalam seremoni resmi di Gedung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Acara tersebut dihadiri Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, Deputy Head of Mission Mrs. Shaima Salem Alhebsi, Head of Media Affairs and Public Diplomacy Mr. Sultan Obaid Alkaabi, Head of Citizen Affairs and Consular Mr. Maktoom Rashed Alhebsi, serta Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Moch. Irfan Yusuf.
Bantuan dari Zayed Foundation itu diperuntukkan bagi 162 jemaah haji Indonesia terpilih guna membantu kelancaran keberangkatan dan pelaksanaan ibadah mereka di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyebut bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi, melainkan simbol eratnya persaudaraan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
“Atas nama seluruh jemaah haji Indonesia, kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Uni Emirat Arab. Semoga Allah memberikan kebaikan, keberkahan, dan kemajuan yang terus-menerus untuk UEA,” ujar Menhaj.
Pada musim haji tahun ini, Indonesia memberangkatkan sebanyak 221.000 jemaah ke Tanah Suci. Mereka berasal dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi yang selama bertahun-tahun menanti kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.
Duta Besar UEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi jemaah sekaligus mempererat hubungan kedua negara.
“Kami menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Kontribusi kami mungkin kecil, namun kami berharap ini memiliki dampak yang besar bagi hubungan UEA dan Indonesia ke depannya,” ujarnya.
Ia juga berharap kerja sama antara Pemerintah UEA dan Kemenhaj RI dapat terus berkembang, tidak hanya dalam penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga pada berbagai program strategis lainnya.
“Apapun yang kami lakukan, kami anggap sebagai langkah simbolis namun bermakna. Kami berharap ke depan ada lebih banyak kesempatan kolaborasi antara UEA dan Kementerian Haji Indonesia,” sambungnya.
Kedua negara berkomitmen memperluas kerja sama yang lebih inovatif dan produktif, terutama dalam mendukung peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Penyerahan bantuan tersebut juga menjadi simbol penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Uni Emirat Arab, sekaligus wujud komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.*
