MADINAH — Sosok Mbah Mardijiyono kembali mencuri perhatian di tengah operasional haji 1447 H/2026 M. Di usia 103 tahun, jemaah tertua dari kloter YIA 9 asal Yogyakarta itu akhirnya dinyatakan sehat dan siap melanjutkan perjalanan menuju Makkah setelah sempat menjalani perawatan medis di Madinah.
Sebelumnya, kondisi kesehatan Mbah Mardijiyono sempat menurun hingga harus menjalani opname selama tiga hari di rumah sakit. Namun setelah mendapatkan penanganan intensif dari petugas kesehatan, kondisinya berangsur pulih.
“Saya sangat senang sekali, sekarang sudah sehat dan siap lanjut ke Makkah,” ujar Mbah Mardijiyono saat dijenguk Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, di hotel tempatnya menginap, Senin (11/5/2026).
Di tengah usia yang telah menembus satu abad lebih, semangat Mbah Mardijiyono menjalani ibadah haji justru terlihat tetap menyala. Selama masa pemulihan, ia disebut kooperatif dan memiliki nafsu makan yang baik.
Petugas bahkan mengungkapkan, setiap hari Mbah Mardijiyono menikmati bubur yang disediakan untuk proses pemulihannya. “Makanannya enak, saya suka,” ujarnya singkat.
Di balik tubuh renta dan langkah yang tak lagi secepat dulu, Mbah Mardijiyono menyimpan filosofi hidup sederhana yang diyakininya menjadi rahasia panjang umur dan kebugarannya.
Menurutnya, hidup harus dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Ia mengaku selalu menerima segala ketetapan Tuhan, berusaha bahagia dalam keadaan apa pun, dan tidak pernah merokok sepanjang hidupnya.
Sebelum bertolak ke Makkah, Mbah Mardijiyono juga telah menuntaskan salah satu momen yang paling diimpikannya selama berada di Madinah: masuk ke Raudhah dan berdoa di makam Rasulullah SAW. Ia pun mendoakan seluruh jemaah dan petugas haji agar selalu diberi kesehatan serta umur panjang.
Sementara itu, Khalilurrahman yang datang langsung menjenguk mengaku kagum melihat semangat dan vitalitas Mbah Mardijiyono.
“Komitmen Haji Ramah Lansia akan terus kami wujudkan dengan memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik bagi jemaah, khususnya yang sudah lanjut usia,” ujarnya.
Khalilurrahman menilai semangat Mbah Mardijiyono menjadi energi tersendiri bagi para petugas di lapangan.
“Kami sangat bersyukur melihat kondisi Mbah Mardijoyono yang kembali pulih. Semangat beliau menjadi inspirasi bagi kita semua,” lanjutnya.
Kini, dengan pendampingan petugas kesehatan dan tim kloter, Mbah Mardijiyono bersama rombongan YIA 9 resmi bertolak menuju Makkah melalui jalur darat.
Sesuai jadwal, rombongan diperkirakan tiba di Kota Suci pada Selasa (12/5/2026) dini hari untuk melanjutkan rangkaian ibadah umrah wajib dan persiapan menuju puncak haji.*
