JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan komitmennya mengawal regulasi ketenagakerjaan agar lebih berpihak kepada rakyat, khususnya para pekerja dan pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Bagi Ibas, isu ketenagakerjaan bukan semata soal pertumbuhan ekonomi atau angka statistik pemerintah. Di baliknya, ada perjuangan jutaan masyarakat untuk mempertahankan hidup dan masa depan keluarga.
“Pemerintah daerah, pekerja, dan pengusaha harus terus berdialog. Tiga unsur ini tidak bisa berdiri sendiri dalam membangun kesejahteraan bersama,” kata Ibas saat berdialog dengan ratusan pekerja, pelaku UMKM, dan pengemudi ojek online di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).
Dalam dialog itu, Ibas menyoroti pentingnya kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan tenaga kerja, hingga perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Ia juga menyinggung pentingnya perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk jaminan persalinan dan perlindungan dari pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
“Negara harus hadir melalui program-program yang benar-benar membantu pekerja agar hidupnya lebih aman, lebih sehat, dan punya masa depan,” ujarnya seperti dilaporkan Antara.
Di hadapan Ibas, sejumlah peserta dialog menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satunya datang dari Tania, pelaku UMKM yang berharap usaha kecil juga mendapat perhatian lebih dalam program ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, Solidaritas Ojek Online Trenggalek Raya meminta pemerintah memberikan BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi pengemudi ojol.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ibas menegaskan perlindungan negara tidak boleh hanya menyasar pekerja formal.
Menurutnya, pekerja informal seperti pengemudi ojol juga berhak mendapat jaminan perlindungan yang layak tanpa mengganggu keberlangsungan ekosistem usaha digital.
“Misalnya, bisa dipikirkan skema sekitar 9,5 persen untuk aplikator dan 9,5 persen untuk pekerja ojol sehingga sama-sama masih punya ruang yang sehat untuk bertumbuh,” katanya.
Ibas menilai usulan BPJS gratis untuk pengemudi ojol menjadi aspirasi penting yang perlu terus diperjuangkan bersama berbagai pihak.
Selain bicara perlindungan pekerja, Ibas juga menyoroti penciptaan lapangan kerja baru di daerah. Salah satu yang disinggung adalah potensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam membuka peluang kerja.
“Kalau satu SPPG membutuhkan sekitar 40 pekerja dan ada 100 SPPG di Trenggalek, berarti bisa tercipta ribuan lapangan pekerjaan baru. Jadi, program ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ibas.
Menurut putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu, perlindungan terhadap pekerja perempuan juga harus menjadi perhatian serius pemerintah dan dunia usaha.
Ia menegaskan perempuan pekerja harus tetap mendapatkan rasa aman, jaminan kesehatan, serta kepastian masa depan bagi keluarganya.
“Pekerja yang kuat akan melahirkan keluarga yang kuat. Kalau keluarga kuat, daerah akan maju, dan Indonesia bisa semakin sejahtera. Kita harus terus saling mendukung dan tidak boleh menyerah menghadapi keadaan,” ucapnya.*
