3 months ago
4 mins read

Kisah Petugas Haji: Di Depan Ka’bah, Ia Belajar Menjadi Ayah yang Lebih Baik

Abdul Azis, anggota MCH 2026 Daker Makkah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH – Di kehidupan sehari-hari, Abdul Azis hanyalah lelaki biasa. Pagi hari ia mengantar anak sekolah. Siang hingga malam bekerja mencari nafkah. Sesekali ia juga merasa penat, marah, bahkan mengeluh seperti kepala keluarga lain pada umumnya. Tidak ada yang benar-benar istimewa.

Tetapi hidup sering membawa seseorang ke tempat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Kini, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis di Tirto.id itu berdiri di depan Ka’bah. Menjadi bagian dari operasional haji Indonesia 2026 di Tanah Suci. Melayani ribuan jemaah yang datang dari berbagai penjuru negeri. 

Ia bertugas sebagai tim peliput haji yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker Makkah). Dan di Kota Suci itu, Azis merasa sedang belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Ketenangan tak tepermanai
Saat pertama kali tiba di pelataran Masjidil Haram, Azis mengaku hanya merasakan satu hal: ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

“Tak menyangka bisa sampai Baitullah dengan jalan istiqamah lewat pekerjaan sebagai jurnalis,” tuturnya.

Di tengah lautan manusia yang thawaf tanpa henti, semua persoalan hidup yang selama ini memenuhi kepalanya terasa mendadak mengecil. Beban ekonomi, kecemasan masa depan, hingga berbagai persoalan rumah tangga seakan luruh begitu saja.

Ia hanya bisa berdoa agar seluruh urusan hidupnya dimudahkan. Momen paling membekas itu datang beberapa detik kemudian. Saat pertama kali melihat Ka’bah. Azis mengaku sempat berhenti berjalan. Tubuhnya seperti terpaku. Ada rasa tak percaya yang tiba-tiba memenuhi dadanya.

“Ka’bah yang selama ini saya lihat hanya di sajadah, sekarang ada di depan mata dan nyata. Bukan mimpi,” ucapnya.

Bangunan yang selama ini hanya hadir di gambar, televisi, dan doa-doa selepas shalat, kini berdiri begitu dekat di hadapannya. Dan untuk beberapa saat, ia hanya terpaku: diam.

Impian seorang ayah
Bagi Azis, hidupnya sebenarnya jauh dari kata mewah. Ia menjalani rutinitas sederhana seperti kebanyakan orang Indonesia. Bekerja untuk keluarga, mengurus anak-anak, dan berusaha bertahan menghadapi kebutuhan hidup yang terus bertambah.

“Keseharian saya sama seperti orang lain. Cari nafkah, antar anak sekolah,” ujarnya.

Kadang kala, ia juga merasa sumpek di rumah. Ada rasa lelah yang datang diam-diam setelah menghadapi pekerjaan dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Namun dari semua rutinitas itu, ada satu harapan yang terus ia simpan: menjadi ayah yang lebih baik bagi anak-anaknya.

“Harapannya setelah pulang nanti makin lebih baik dan bisa jadi ayah yang membanggakan bagi anak-anak,” katanya.

Azis sendiri mengaku tak tahu pasti mengapa dirinya bisa sampai menjadi petugas haji. Tetapi ia merasa ada satu prinsip hidup yang selama ini selalu ia pegang: berusaha bermanfaat bagi orang lain.

Menurutnya, doa orang tua juga menjadi salah satu hal yang paling berpengaruh dalam hidupnya.

Prinsip itu yang membuatnya tidak pernah menolak ketika dipercaya masyarakat menjadi Ketua Rumah Tangga (RT) di lingkungannya. Meski pekerjaan sosial sering melelahkan dan menyita waktu, ia memilih menjalaninya dengan ikhlas. “Saya berusaha membantu tanpa pamrih,” prinsipnya.

Antara atas dan bawah
Azis sadar hidupnya belum benar-benar mapan. Ia bahkan terang-terangan mengaku kadang merasa iri melihat teman-teman seangkatannya yang sudah memiliki mobil dan kehidupan lebih berkecukupan.

“Kalau melihat ke atas tentu kita tidak pernah puas. Tapi kalau melihat ke bawah, rasa syukur harus selalu dikedepankan,” tuturnya.

Meski begitu, ia merasa kehidupannya saat ini sudah cukup untuk hidup sederhana bersama keluarga.

Soal ibadah, Azis juga tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang sempurna. Ia mengaku dirinya bukan orang yang selalu kuat menjaga disiplin ibadah. Bahkan saat di rumah, ia masih sering kesiangan shalat Subuh.

“Kalau soal kuat, selalu kuat. Cuma kadang di rumah shalat Subuh sering kesiangan,” katanya sambil tertawa kecil.

Namun berada di Tanah Suci membuatnya ingin berubah. Ia berharap bisa menjaga kedisiplinan ibadah seperti saat mengikuti diklat petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede maupun selama berada di Makkah.

Abdul Azis (kanan). (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88