TUNIS — Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengajak mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk tidak sekadar mengejar pendidikan akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan peradaban Indonesia di masa depan.
Pesan itu disampaikan Zuhairi saat mendampingi dialog antara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan delegasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Sekretariat PPI Tunisia, Tunis, Jumat (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, Wakil Rektor UMY Prof. Dr. Zuly Qadir, Sekretaris UMY sekaligus delegasi PP Muhammadiyah Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, serta Velandani Prakoso, MA dari Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah. Dialog diikuti mahasiswa Indonesia di Tunisia dan kader Muhammadiyah setempat.
Dalam forum itu, Zuhairi menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Ia menyebut mahasiswa Indonesia di luar negeri memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan diri menyongsong masa depan Indonesia.
“Kami selalu sampaikan pada para mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk belajar sungguh-sungguh dan berproses dalam gerakan besar, seperti dalam wadah Muhammadiyah. Jasa Muhammadiyah sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia dan kemajuan Indonesia. Bung Karno merupakan kader Muhammadiyah. Jasanya besar peradaban Indonesia,” kata Zuhairi.
Sebab itu, lanjut Zuhairi, dialog bersama PP Muhammadiyah dan rombongam UMY akan menambah wawasan dalam membangun peradaban Indonesia. Setiap mahasiswa dan kader Muhammadiyah harus mempersiapkan diri, lahir dan batin, dalam menyongsong kejayaan, kemajuan, dan kesejahteraan Indonesia.
“Ini cita-cita suci kita semua dalam mewujudkan peradaban Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera. Indonesia yabg berdaulat, mandiri, dan berprikemanusiaan,” lanjut Dubes yang akrab dikenal sebagai Cendekiawan Nahdlatul Ulama itu.
Pernyataan Zuhairi menjadi penegasan bahwa diplomasi pendidikan Indonesia di luar negeri bukan sekadar urusan akademik, tetapi juga proses menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia berperan lebih besar di tingkat global.
Sementara itu, Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi menyoroti pentingnya mahasiswa Indonesia di Tunisia memperluas cakrawala keilmuan. Menurutnya, penguasaan ilmu agama saja belum cukup untuk menjawab tantangan zaman.
“Mayoritas mahasiswa di Tunisia belajar ilmu-ilmu agama, tetapi juga perlu mendalami ilmu-ilmu umum, seperti manajemen, teknologi digital, humaniora, dan lain-lain agar bisa berperan aktif dalam konteks keindonesiaan dan global”, ujarnya.
Pesan itu seolah menjadi alarm bagi generasi muda Indonesia di Timur Tengah: dunia berubah cepat, dan peradaban masa depan tak hanya dibangun oleh mereka yang memahami agama, tetapi juga oleh mereka yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.*
