MADINAH — Kementerian Haji dan Umrah RI mulai memperketat pengawasan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Salah satu fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan makanan yang diterima jemaah tetap layak, tepat waktu, dan sesuai selera nusantara.
Upaya itu dilakukan melalui pertemuan antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan para penyedia dapur konsumsi jemaah di Madinah, Kamis (7/5/2026).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) sekaligus Wakil Penanggung Jawab IV PPIH Arab Saudi, Jaenal Effendi, mengatakan layanan konsumsi menjadi bagian krusial dalam operasional haji karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kondisi kesehatan jemaah.
“Kemenhaj berkomitmen meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, termasuk menghadirkan makanan bercita rasa nusantara agar jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujar Jaenal.
Menurutnya, kualitas konsumsi tidak semata soal tersedianya makanan, tetapi juga menyangkut konsistensi pelayanan, ketepatan distribusi, hingga kualitas kemitraan antara supplier dan pengelola dapur.
Karena itu, pemerintah menilai koordinasi dan evaluasi berkala harus terus dilakukan sepanjang musim haji berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, PPIH Arab Saudi bersama supplier dan pengelola dapur membahas penguatan komitmen masing-masing pihak agar kewajiban layanan terhadap jemaah benar-benar dijalankan sesuai standar yang telah disepakati.
Pemerintah juga menempatkan diri sebagai penghubung dalam skema business to business untuk memastikan rantai layanan konsumsi tetap berjalan optimal selama operasional haji.
Tak hanya soal distribusi, evaluasi terhadap menu makanan juga menjadi perhatian utama. Kemenhaj ingin kualitas rasa dan variasi menu bagi jemaah Indonesia tetap terjaga selama berada di Madinah.
“Evaluasi bersama akan terus dilakukan, khususnya terkait menu dan kualitas layanan konsumsi, sehingga pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dapat semakin optimal,” tegas Jaenal.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho, Wakil Ketua I PPIH Arab Saudi Abdul Haris, serta Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi Cecep Khairul Anwar bersama jajaran terkait lainnya.
Di tengah padatnya operasional haji dan meningkatnya jumlah jemaah di Tanah Suci, layanan konsumsi menjadi salah satu sektor yang paling disorot karena berpengaruh langsung terhadap stamina dan kondisi fisik jemaah menjelang fase puncak ibadah haji.*
