5 months ago
1 min read

Eks Direktur Kemendikbudristek Hadapi Vonis Chromebook

Sri Wahyuningsih bersiap menjalani sidang lanjutan dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA — Dua mantan pejabat kunci di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasuki fase penentuan. Sidang vonis kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Mereka adalah Sri Wahyuningsih, eks Direktur Sekolah Dasar (SD), dan Mulyatsyah, eks Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Ditjen PAUD Dikdasmen periode 2020–2021. Keduanya duduk di kursi terdakwa dalam perkara yang disebut-sebut sebagai salah satu proyek digitalisasi pendidikan paling kontroversial.

“Sidang terdakwa Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah, agenda putusan,” kata Juru Bicara PN Jakpus Andi Saputra kepada wartawan.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Purwanto Abdullah dan dijadwalkan berlangsung di ruang Kusuma Atmadja 3. Putusan ini akan menjadi penentu arah akhir perkara yang menyeret anggaran jumbo negara.

Sebelumnya, jaksa menuntut keduanya dengan pidana 6 tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider 120 hari kurungan. Untuk Mulyatsyah, tuntutan diperberat dengan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp2,28 miliar, dengan ancaman tambahan 3 tahun penjara bila tidak dipenuhi.

Kasus ini bermula dari program digitalisasi pendidikan periode 2019–2022, khususnya pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Dalam dakwaan, proyek tersebut diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,18 triliun.

Angka itu terdiri dari Rp1,56 triliun pada program utama digitalisasi pendidikan, serta sekitar 44,05 juta dolar AS atau setara Rp621,39 miliar dari pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan dan tidak memberikan manfaat nyata.

Lebih jauh, perkara ini tak berdiri sendiri. Para terdakwa disebut melakukan perbuatan melawan hukum bersama sejumlah pihak, termasuk Menteri Pendidikan periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim, konsultan teknologi Ibrahim Arief, dan mantan staf khusus Jurist Tan.

Konstruksi perkara mengungkap dugaan pengadaan perangkat TIK berupa Chromebook dan CDM pada 2020–2022 yang tidak sesuai dengan perencanaan dan prinsip pengadaan barang dan jasa. Proses kajian kebutuhan disebut diarahkan untuk mengunci pilihan pada sistem Chrome OS, bukan berdasarkan kebutuhan riil pendidikan di lapangan.

Dampaknya, program ini dinilai gagal menjawab kebutuhan, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Tak hanya itu, penyusunan harga satuan dan alokasi anggaran disebut dilakukan tanpa survei yang memadai dan tanpa data dukung yang bisa dipertanggungjawabkan. Skema anggaran tersebut kemudian menjadi acuan pada pengadaan tahun-tahun berikutnya.

Pengadaan melalui e-Katalog dan SIPLah pun diduga berlangsung tanpa evaluasi harga yang layak dan minim referensi pembanding—membuka ruang pemborosan anggaran dalam skala besar.

Kini, semua mata tertuju pada majelis hakim. Vonis yang akan dibacakan tak sekadar menentukan nasib dua terdakwa, tetapi juga menjadi cermin bagaimana negara menilai tata kelola proyek digitalisasi pendidikan yang sempat digadang-gadang sebagai lompatan besar, namun berujung perkara hukum.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor junto Pasal 55 KUHP. Putusan hari ini akan menjadi titik krusial—apakah sejalan dengan tuntutan jaksa, atau membuka kemungkinan lain dalam perkara besar ini.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

JPPI Kritik Kenaikan Ongkos Kuliah

JAKARTA – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) memberikan enam poin
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88