MAKKAH — Daerah Kerja (Daker) Makkah mulai mengintensifkan persiapan menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia, baik gelombang pertama dari Madinah maupun gelombang kedua melalui Jeddah. Fokus utama diarahkan pada kesiapan petugas sebagai garda terdepan pelayanan.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi langkah awal sebelum memastikan layanan teknis di lapangan berjalan optimal.
“Persiapan yang kita laksanakan untuk menyambut kedatangan Jemaah Haji Indonesia, baik itu gelombang pertama dari Madinah, atau nanti gelombang kedua yang lain di Jeddah, waktu yang paling penting adalah mempersiapkan dulu para petugas.” Ihsan di Makkah, Jumat(24/4/2026).
Menurutnya, ratusan petugas penyelenggara ibadah haji sudah mulai tiba di Makkah sesuai jadwal. Dalam tiga hari kedatangan bertahap, masing-masing dengan dua penerbangan per hari, sebanyak 360 petugas telah bergabung.
“Dan sesuai dengan timeline, ada tiga trip atau tiga hari. Dan masing-masing ada dua penerbangan. Kemarin kita Alhamdulillah sudah menyambut kedatangan para petugas PPIH Arab Saudi di Makkah sebanyak 360 petugas, yang semuanya berasal dari tanah air, dari seluruh layanan Jemaah,” jelas Ihsan.
Selain dari Indonesia, dukungan juga datang dari mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang turut dilibatkan sebagai petugas.
“Juga kemarin kita menyambut kedatangan teman-teman dari mahasiswa Timur Tengah. Dan mereka pun ikut menjadi petugas. Itu ada baru tiga negara, dari Mesir, Yaman, dan Suriah,” ujarnya.
Sebagai pusat pergerakan jemaah, Makkah disebut sebagai titik paling krusial dalam penyelenggaraan haji. Seluruh jemaah dan sebagian besar petugas akan terkonsentrasi di kota ini, terutama menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Untuk itu, berbagai layanan inti dipersiapkan sejak dini. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi. Petugas sektor bahkan telah diturunkan lebih awal untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap hotel-hotel jemaah.
Tak hanya itu, layanan konsumsi juga diawasi ketat untuk menjaga stamina jemaah selama menjalankan ibadah. Di sektor transportasi, Daker Makkah mengandalkan layanan bus shalawat yang beroperasi 24 jam, mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.
Selain kesiapan layanan, Daker Makkah juga mengantisipasi potensi kendala teknis, seperti penempatan kamar hingga distribusi bagasi. Petugas diminta melakukan pengecekan hingga ke level kamar untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat.
Di sisi lain, Ihsan menegaskan pentingnya kartu Nusuk sebagai identitas wajib jemaah selama di Arab Saudi. Kartu ini menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai layanan dan area ibadah. Ia bahkan menyebut kartu Nusuk sebagai identitas krusial selain paspor.
Karena itu, jemaah diminta selalu membawa kartu tersebut dalam setiap aktivitas, baik di hotel maupun saat beribadah di Masjidil Haram dan lokasi lainnya. Dengan berbagai langkah tersebut, Daker Makkah berharap seluruh layanan dapat berjalan optimal, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.*
