TUNIS — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis menggelar diskusi buku bertajuk Indonesia Tunisia Sahabat dalam ajang Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 di Elkram, Minggu (26/4/2026). Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Tunisia.
Kegiatan tersebut menghadirkan Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi dan Muhammad Mathri Shumayda sebagai narasumber. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan sebagai tamu utama dalam pameran buku internasional tersebut.
Dalam paparannya, Dubes Zuhairi menegaskan bahwa tema Indonesia Tunisia Sahabat bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama diplomasi Indonesia di Tunisia.
“Kami sangat senang menyampaikan, bahwa hubungan diplomasi dan bilateral Indonesia-Tunisia dibangun di atas fondasi persahabatan yang kokoh sejak tahun 50-an. Bung Karno dan Habib Bourgaiba bersahabat dalam meneguhkan visi mewujudkan kemerdekaan dan perdamaian. Hingga sekarang, kedua negara sama-sama anggota Non-Blok. Kedua pemimpin merupakan sosok nasionalis,” ujar Zuhairi.
Ia menekankan, relasi historis antara kedua negara tidak bisa dilepaskan dari kedekatan dua tokoh besar, yakni Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden Tunisia Habib Bourguiba.
Zuhairi juga mendorong generasi muda untuk melanjutkan semangat persahabatan tersebut dalam praktik diplomasi yang lebih konkret.
“Kami sampaikan pada generasi muda agar melanjutkan visi dan pemikiran Bung Karno dan Habib Bourgaiba. Indonesia-Tunisia Sahabat harus diterjemahkan dan dipraktekkan dalam diplomasi yang kongkrit, sehingga membawa kemaslahatan bagi kedua negara,” pungkasnya.
Senada, Muhammad Mathri Shumayda menilai kesamaan visi kedua pemimpin menjadi fondasi kuat hubungan bilateral Indonesia dan Tunisia hingga saat ini.
“Saya mencermati, Bung Karno dan Habib Bourgaiba mempunyai kesamaan visi dan pemikiran, sehingga persahabatan mereka menjelma menjadi persahabatan Indonesia-Tunisi yang kokoh,” ujarnya.
Diskusi ini menjadi bagian dari strategi diplomasi lunak Indonesia melalui literasi dan budaya, sekaligus mempertegas posisi Indonesia di panggung internasional melalui hubungan historis yang terus dirawat.*
