1 day ago
1 min read

IPTU Elfi Ryany Pastikan Jemaah Haji Tak Tersesat di Madinah

Kepala Sektor (Kasektor) 5 PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, IPTU Elfi Ryany. (Foto: MCH 2026)

MADINAH — Di tengah gelombang jemaah haji yang mulai memadati Kota Madinah, peran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi krusial. Di garis depan pelayanan itu, muncul sosok IPTU Elfi Ryany, Kepala Sektor (Kasektor) 5 PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, yang memimpin langsung pengelolaan wilayah penginapan jemaah.

IPTU Elfi bukan sosok biasa. Ia menjadi satu-satunya perempuan di antara para Kasektor lain yang seluruhnya laki-laki pada musim haji tahun ini. Tanggung jawab yang diemban pun tidak ringan—mengelola sektor dengan ratusan petugas dan karakteristik jemaah yang beragam, mulai dari lansia hingga mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Sektor 5 sendiri berada di wilayah terluar dari Masjid Nabawi. Namun, jarak tidak menjadi kendala dalam pelayanan. Elfi memastikan akses jemaah tetap terjaga dengan baik.

“Sebagian, kita (berjalan kaki) melewati Masjid Ghamamah. Setelah itu langsung ada di pelataran Masjid Nabawi,” ujar Elfi, Sabtu (26/4/2026).

Jarak hotel jemaah di sektor ini berkisar antara 500 hingga 600 meter dari Masjid Nabawi—masih dalam jangkauan jalan kaki, meski tetap membutuhkan pengawasan ekstra, terutama bagi jemaah lansia.

Menjadi satu-satunya perempuan di posisi strategis tersebut menghadirkan tantangan tersendiri. Namun Elfi menegaskan bahwa hal itu bukan penghalang dalam menjalankan tugas.

“Perasaannya bercampur aduk ya, karena yang 6 Kasektor itu adalah laki-laki. Tapi satu prinsip saya, kalau bapak-bapak itu atau laki-laki bisa mengerjakan, kita pasti bisa mengerjakan,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Sektor 5 mengedepankan kerja tim lintas fungsi. Elfi menekankan pentingnya koordinasi antarbidang untuk memastikan pelayanan berjalan tanpa hambatan.

“Kami punya tim yang solid, kita berkolaborasi antar tusi (tugas fungsi). Ada akomodasi, transportasi, kesehatan, konsumsi, hingga linjam (perlindungan jemaah). Alhamdulillah tim kami solid, jadi kerjaan seperti apapun bisa dengan mudah kita lewati,” tambahnya.

Salah satu persoalan klasik yang kerap muncul di Madinah adalah jemaah yang terpisah dari rombongan setelah beribadah di Masjid Nabawi. Situasi ini, menurut Elfi, ditangani dengan respons cepat melalui koordinasi lintas sektor.

Sebagai langkah preventif, petugas membagikan kartu nama hotel kepada setiap jemaah. Cara sederhana ini terbukti efektif membantu jemaah menemukan jalan pulang.

“Permasalahan yang muncul biasanya kalau baru satu kali atau dua kali ke Masjid Nabawi, masih lupa jalan pulang. Kita ingatkan, kita kasih kartu nama hotel. Ibu kalau kesasar, kasih tahu saja kartu nama ini, nanti akan diantar,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, jika jemaah ditemukan berada cukup jauh dari hotel, tim langsung melakukan penjemputan. Koordinasi dilakukan secara real-time melalui aplikasi pesan.

“Koordinasi dengan sektor lain itu via WA. Kalau ada jemaah kita yang tercecer, kita jemput dengan kendaraan yang difasilitasi oleh Daker,” pungkasnya.

Kehadiran IPTU Elfi Ryany di jantung operasional PPIH Madinah menjadi representasi kepemimpinan yang adaptif dan responsif. Di tengah kompleksitas layanan haji, ia memastikan satu hal tetap terjaga: jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan terlayani dengan baik hingga kembali ke tanah air.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

City Tour Madinah: Jemaah Sambangi Masjid Kuba dan Kebun Kurma

MADINAH — City tour menjadi salah satu momen yang paling

Tinjau Fast Track di Soetta, Menhaj Apresiasi Komitmen Saudi Permudah Jemaah Indonesia

TANGERANG — Pemerintah mempertegas arah peningkatan layanan haji dari hulu.
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88