MADINAH — City tour menjadi salah satu momen yang paling ditunggu jemaah haji Indonesia saat berada di Madinah. Selain berziarah ke situs-situs bersejarah Islam, agenda ini juga dimanfaatkan untuk berbelanja oleh-oleh khas Tanah Suci.
Jemaah asal Pasuruan, Jawa Timur, Nurul Abidatul Khasanah, mengaku menikmati rangkaian perjalanan tersebut. Ia bersama rombongan mengunjungi sejumlah titik penting, mulai dari Masjid Kuba, kebun kurma, hingga Jabal Uhud. “Seru, ramai,” ujarnya singkat saat ditemui usai kegiatan, Minggu (26/4/2026).
Selain ibadah dan wisata religi, aktivitas belanja juga tak terelakkan. Nurul mengaku membeli cukup banyak oleh-oleh selama city tour berlangsung. “Saya beli dua kilo kurma, satu kilo coklat, dan satu kilo kacang-kacangan,” ungkapnya.
Ia menyebut perjalanan ini dikoordinasikan oleh ketua kelompoknya, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan teratur. Rombongan pun dibagi dalam beberapa bus untuk memudahkan mobilisasi selama city tour.
Rute perjalanan dimulai dari Masjid Kuba, kemudian berlanjut ke kebun kurma, hingga Jabal Uhud—salah satu situs penting dalam sejarah Islam.
Di Masjid Kuba, Nurul memanfaatkan kesempatan untuk beribadah. Ia menunaikan salat dan memanjatkan doa, sekaligus mengejar target ibadah selama di Madinah. “Di situ berdoa, shalat tahiyatul masjid, ngejar shalat karena waktunya Arbain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan jemaah Kloter SUB 7, Syamsuri. Ia mengatakan city tour memberikan pengalaman berbeda karena jemaah bisa melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah yang sebelumnya hanya diketahui dari buku.
“Alhamdulillah, dengan adanya program ini, para jemaah bisa mengetahui sejarah-sejarah Islam yang mana sudah di buku dan sekarang bisa menyaksikan sendiri lokasinya seperti apa,” katanya.
City tour biasanya dimulai sejak pagi hari. Syamsuri menyebut rombongannya berangkat sekitar pukul 07.00 waktu setempat, dengan pengaturan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.
Ia menambahkan, meski cuaca Madinah cukup terik, antusiasme jemaah tetap tinggi sepanjang perjalanan. “Walaupun panas terik, tapi jemaah sangat antusias,” ucapnya.
Bagi jemaah, city tour bukan sekadar perjalanan wisata. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan memperkuat pemahaman sejarah Islam sekaligus menambah kekhusyukan dalam menjalani ibadah di Tanah Suci.*
