18 hours ago
1 min read

Jumat Pertama Jemaah Indonesia di Masjid Nabawi

Suasana shalat Jumat di Masjid Nabawi. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH – Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WAS, Masjid Nabawi, Madinah, dipadati jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka berbondong-bondong memasuki masjid Sang Nabi demi dapat menempati shaf terbaik saat melakukan shalat. 

Semua pintu gerbang masjid yang terbuka lebar dijejali jemaah yang bergerak rapi memasuki area masjid. Selain Asia Tengah, wajah-wajah jemaah Asia Tenggara tampak dominan di seputar halaman masjid. Hingga Jumat ini, sekitar 9.000 jemaah Indonesia telah tiba di Madinah.

Di antara mereka terdapat jemaah dari Kloter SOC 6 bernama Afrizal. Pria asal Brebes, Jawa Tengah, yang baru kali pertama melaksanakan shalat di Masjid Nabawi ini terlihat bergegas memasuki masjid karena ingan shalat di dalamnya.

“Ini pertama kali saya shalat di Masjid Nabawi, langsung shalat Jumat. Sebab, saya tiba di hotel Subuh tadi dan shalat di kamar,” tuturnya saat ditemui, Jumat (24/4/2026).

Butiran air mata menetes di wajahnya yang terlihat menua, air mata bahagia karena mimpinya bisa berkunjung ke Tanah Suci sejak puluhan silam akhirnya terwujud.

“Saya ingin sowan (berziarah) ke Kanjeng Nabi. Saya ingin segera ke sana karena sudah sedekat ini,” ujarnya. “Karena kedekatan ini saya nggak kuat, makanya saya menangis.”

Dengan handuk kecil yang ia ambil dari saku celana, Afrizal mengusap wajahnya yang lembab. Aura bahagia yang dibaluri syukur tampak menonjol di antara lekuk garis wajahnya. Afrikal seolah menangis dalam senyum yang tak mampu dicatat kata.

Di antara arus manusia yang bergerak menuju pintu 21 Masjid Nabawi, jejak Afrizal akhirnya lenyap. Membaur bersama mereka yang hendak bersujud pada Sang Pencipta di dalam masjid nan penuh berkah.

Imbauan kepada jemaah
Kepala Daerah Daker Madinah, Khalilurrahman, berpesan agar jemaah haji Indonesia yang beribadah di Masjid Nabawi agar selalu menjaga kesehatan. Khalil meminta jemaah untuk selalu mengenakan sandal saat keluar dari penginapan.

“Ini (sandal) untuk melindungi telapak kaki agar tidak melepuh saat berjalan kaki di area luar masjid,” kata Khalil.

Ia juga mengimbau jemaah untuk selalu membawa kantong plastik (kresek) untuk menyimpan alas kaki. 

“Bila perlu bawa plastik sendiri. Bagi jamaah yang tidak membawa sandal, minta ke petugas yang berjaga di sekitar masjid,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Khalil, jemaah juga diharapkan tidak keluar pemondokan sendirian, namun berkelompok atau bersama-sama dengan teman satu kamar atau satu kloter. Dengan begitu, jemaah bisa saling mengingatkan jika mereka lupa jalan kembali ke penginapan.

Bagi petugas, Khalil meminta mereka agar selalu memantau pergerakan jamaah. Petugas hendaknya mendekati dan menghampiri jemaah yang terlihat kebingungan atau terpisah dari rombongan.

“Jamaah yang lupa jalan pulang, segera antarkan ke tempat tinggal,” ujarnya.

Khalil juga tak bosan-bosan mewanti-wanti petugas agar selalu mengenakan baju seragam agar identitas mereka mudah dikenali jamaah.

“Petugas tidak boleh mengenakan sarung dan baju koko yang bisa menyulitkan jemaah untuk mengenalinya,” tandasnya.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Strategi ‘Markaziyah’ agar Ibadah Lebih Dekat ke Nabawi

MADINAH — Di balik keputusan penempatan hotel jemaah haji Indonesia

Negara Hadir dari Pintu Bus hingga Kamar

MADINAH — Di tengah arus kedatangan jemaah haji Indonesia, ada
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88