5 hours ago
1 min read

Presiden Tunisia Resmikan Paviliun RI di Pameran Buku Internasional

Duta Besar RI untuk Tunisia (kiri) berbincang dengan Presiden Tunisia Kais Said. (Foto: KBRI Tunisia)

TUNIS – Indonesia kembali menegaskan pengaruhnya di panggung diplomasi budaya global. Dalam pembukaan Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 di Elkram, Tunis, Kamis (23/4/2026), Presiden Tunisia Kais Said secara langsung membuka sekaligus mengunjungi Paviliun Indonesia—sebuah sinyal kuat posisi strategis Indonesia sebagai tamu kehormatan.

Kehadiran Presiden Kais di paviliun Indonesia bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengakuan politik-kultural atas hubungan panjang Indonesia–Tunisia yang telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan Tunisia. Sejumlah duta besar negara sahabat turut hadir dalam momen tersebut, mempertegas dimensi internasional acara ini.

Mengusung tema “Indonesia–Tunisia Sahabat”, paviliun Indonesia tampil sebagai etalase intelektual yang menautkan dua tradisi besar dunia Islam. Deretan buku yang dipamerkan tidak hanya merekam hubungan bilateral, tetapi juga menghadirkan pemikiran tokoh-tokoh besar Tunisia seperti Ibnu Khaldun, Muhammad Thahir bin ‘Asyur, hingga Abdul Aziz al-Tha’alabi.

Di sisi lain, Indonesia juga menampilkan karya-karya ulama Nusantara serta buku-buku sejarah, pemikiran, dan relasi Indonesia–Tunisia dalam berbagai bahasa—Arab, Inggris, dan Prancis—sebuah strategi literasi lintas peradaban yang dirancang menjangkau publik global.

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan disambut dengan antusiasme tinggi, baik oleh pemerintah maupun masyarakat Tunisia.

“Saat berbincang dengan Presiden Tunisia, kami mendapatkan sambutan dan apresiasi. Begitu pula dari warga Tunisia. Mereka dapat mengenal lebih dekat kebudayaan dan pemikiran ulama Indonesia,” ungkap Zuhairi.

“Yang terpenting, hubungan bilateral Indonesia-Tunisia yang sangat panjang sejak tahun 1960, bahkan sebelum kemerdekaan Tunisia. Semua tergambar dengan jelas dalam Paviliun Indonesia,” lanjut pria yang juga dikenal sebagai penulis buku ini.

Lebih jauh, Zuhairi menekankan bahwa buku bukan sekadar medium pengetahuan, melainkan instrumen strategis dalam diplomasi modern—membangun jembatan yang lebih kokoh dibanding sekadar hubungan formal antarnegara.

“Kami melihat antusiasme warga Tunisia dalam mengenal lebih dekat dunia perbukuan Indonesia. Buku menjadi infrastruktur yang sangat penting dalam membangun jembatan diplomasi antar-negara,” jelas Zuhairi.

“Kami sangat yakin dan optimistis bahwa kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan sangat bermanfaat bagi hubungan diplomasi Indonesia-Tunisia,” ia menegaskan.

Tak hanya menyuguhkan literasi, paviliun Indonesia juga menghidupkan ruang budaya setiap hari melalui diskusi, pertunjukan tarian, musik, hingga sajian kuliner Nusantara. Pendekatan ini mempertegas strategi Indonesia: diplomasi tidak lagi hanya berbicara di ruang pertemuan, tetapi juga hadir lewat pengalaman budaya yang hidup dan menyentuh publik secara langsung.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

KBRI Tunis Promosikan Kopi Nusantara di Le Printemps du Cafe 3

TUNIS – KBRI Tunis kembali mengukuhkan posisi Indonesia di panggung

Prabowo-Macron Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

JAKARTA — Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron menandai babak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88