MADINAH — Kualitas konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M ditingkatkan. Gramasi protein dan karbohidrat mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bagian dari upaya menjaga stamina jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saud, Indri Hapsari, menyebut peningkatan terjadi pada dua komponen utama, yakni protein dan karbohidrat.
“Untuk protein lebih naik dari tahun sebelumnya 75 menjadi 80 gram. Lalu juga nasi naik dari sebelumnya 150 gram menjadi 170 gram,” ucap Indri di Madinah, Kamis (23/4/2026).
Secara rinci, komposisi konsumsi jemaah kini meliputi nasi 170 gram, lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta tambahan buah dan air mineral 600 ml. Seluruh standar tersebut telah melalui kajian dan rekomendasi ahli gizi.
Indri menegaskan, penentuan gramasi tidak dilakukan sembarangan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta kalangan akademisi.
Standar ini, kata dia, merupakan hasil rekomendasi ahli gizi dari Kemenkes dan Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Sementara itu, untuk jemaah lanjut usia (lansia), skema konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kloter. Permintaan akan disampaikan oleh Ketua Kloter kepada petugas konsumsi di sektor.
“Jadi nanti ketua kloter menyampaikan kepada petugas konsumsi di sektor kebutuhannya berapa, nanti kita sampaikan kepada dapur,” ungkapnya.
Di sisi lain, PPIH juga mengingatkan jemaah agar tidak menunda waktu makan. Konsumsi harus segera dilakukan untuk menjaga kualitas dan kelayakan makanan.
“Batasan waktu untuk makan pagi dikonsumsi batasannya sampai dengan jam 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS), untuk makan siang batasannya sampai jam 15.00 WAS, lalu kalau malam batasannya jam 21.00 WAS,” tandasnya.*
