5 days ago
2 mins read

Transportasi Haji Madinah Siap Sambut Jemaah Gelombang Pertama

Sejumlah hotel di kawasan sektor satu untuk jemaah haji Indonesia terletak sangat dekat dengan Masjid Nabawi. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melalui Daerah Kerja (Daker) Madinah memastikan kesiapan penuh layanan transportasi jelang kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama pada 22 April 2026. Sekitar 6.000 armada bus disiagakan untuk mengangkut jemaah dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) menuju hotel di Madinah.

Kepala Seksi Transportasi Daker Madinah, Muslih, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema penerimaan jemaah secara terstruktur sejak dari bandara hingga tiba di hotel.

“Insya Allah kita Daker Madinah akan menyambut kedatangan gelombang pertama pada tanggal 22 April yang estimasi tiba di Bandara Madinah jam 06.00 WAS. Kami dari Tusi Transportasi menjadi bagian dalam penerimaan kedatangan jemaah gelombang pertama ini,” kata Muslih, di Kantor Daker Madinah, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, setibanya di Madinah, jemaah akan langsung diarahkan menuju hotel yang telah ditentukan. Proses ini didukung sistem pendataan detail melalui form kedatangan yang mencakup jumlah jemaah, asal embarkasi, hingga alokasi bus.

“Form kedatangan itu berisikan berapa jumlah jemaah yang datang, dari embarkasi mana, berapa bus, kemudian masing-masing rombongan kita tulis datanya,” ujarnya.

15 perusahaan transportasi dikerahkan

Untuk mendukung mobilitas jemaah, Daker Madinah menggandeng 15 perusahaan transportasi. Ribuan armada tersebut telah dipetakan berdasarkan 16 embarkasi di Indonesia.

“Untuk armada, kita sudah bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi. Dari 15 perusahaan ini sudah di-plotting melayani embarkasi tertentu,” jelas Muslih.

Ia menegaskan, total armada yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 unit bus tipe besar (coach) dengan kapasitas 45 hingga 51 penumpang. Namun, demi kenyamanan, setiap bus hanya diisi maksimal 42 orang.

“Kita menggunakan bus tipe besar dengan kapasitas 45 sampai 51, tetapi kita batasi maksimal 42 orang per bus,” ujarnya.

Muslih memastikan jumlah armada yang disiapkan telah melalui perhitungan matang untuk menghindari keterlambatan pengangkutan jemaah.

“Sudah dihitung. Misalnya satu kloter berjumlah 445 jemaah, maka akan disiapkan sekitar 11 bus. Jadi tidak ada kekurangan armada,” tegasnya.

Distribusi armada juga tidak dibagi rata, melainkan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing perusahaan transportasi.

“Perusahaan besar seperti Abu Sarhad tentu mendapat alokasi lebih besar dibanding perusahaan yang lebih kecil, sesuai kemampuan armadanya,” ia menambahkan.

Proses perpindahan jemaah dari bandara ke hotel dipastikan berlangsung cepat dan terkoordinasi. Jarak tempuh yang relatif dekat, sekitar satu jam, menjadi keuntungan tersendiri.

“Ketika jemaah diberangkatkan dari bandara, akan ada komunikasi dengan tim di hotel. Di setiap bus juga ada mandub(perwakilan) dari pihak syarikah yang mengarahkan ke hotel tujuan,” jelas Muslih.

Setibanya di hotel, jemaah akan didata ulang sebelum diarahkan untuk proses pembagian kamar.

Penanganan jemaah lansia

Meski mengusung konsep haji ramah lansia dan disabilitas, Muslih mengakui fasilitas bus antarkota saat ini belum sepenuhnya mendukung kebutuhan tersebut.

“Untuk bus AKAP sendiri saat ini belum tersedia yang ramah lansia. Tapi petugas akan membantu secara maksimal, termasuk menurunkan jemaah dengan kursi roda atau digendong jika diperlukan,” ujarnya.

Terkait kemungkinan jemaah dalam satu kloter ditempatkan di lebih dari satu hotel, Muslih menyebut pihaknya telah menyiapkan skenario khusus.

“Kalau misalnya 450 jemaah terbagi ke dua hotel, maka kita arahkan bus sesuai komposisi itu, misalnya 400 ke hotel A dan 50 ke hotel B,” jelasnya.

Namun ia menegaskan, pemisahan hotel bukan merupakan kewenangan transportasi, melainkan bagian dari pengaturan akomodasi.

Untuk efisiensi, koper besar jemaah akan diangkut menggunakan truk kontainer langsung dari bandara ke hotel. Sementara jemaah hanya membawa tas kabin ke dalam bus.

“Koper besar langsung diangkut dengan truk kontainer ke hotel tujuan. Jemaah di bus hanya membawa tas kabin dan barang tentengan,” kata Muslih.

Dengan skema tersebut, Daker Madinah optimistis proses kedatangan jemaah gelombang pertama dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Sektor Terluar, Tapi Cuma 500 Meter dari Nabawi

MADINAH — Sektor 5 kerap disebut sebagai wilayah terluar dalam

Menjaga Rasa Indonesia di Dapur Madinah

MADINAH — Di tengah padatnya operasional haji 2026, ada satu
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88