MADINAH – Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah memastikan sebanyak 118 hotel telah disiapkan untuk menampung jemaah haji Indonesia selama berada di Kota Sang Nabi. Hotel-hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama dan dikelola melalui lima sektor layanan.
Kasie Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa pembagian wilayah dilakukan untuk memudahkan pengelolaan dan distribusi jemaah.
“Untuk hotel di Madinah yang akan disiapkan oleh pemerintah untuk jemaah haji sejumlah 118 hotel. Nah ini terbagi pada tiga wilayah, Syamaliah, Gharbiyah dan juga Janubiyah dan dikelola oleh lima sektor,” ujar Zaenal di Madinah, Minggu (19/4/2026).
Ia merinci, sektor 1 dan sektor 2 berada di wilayah Syamaliah (utara), sektor 3 dan sektor 4 di wilayah Gharbiyah (barat), serta sektor 5 di wilayah Janubiyah (selatan).
“Sektor 1 nanti ada 22 hotel. Sektor 2 ada 23 hotel. Sektor 3 ada 24 hotel. Sektor 4 ada 26 hotel, dan sektor 5 ada 22 hotel. Nah ini semuanya ada 118 kurang lebih,” jelasnya.
Menurut Zaenal, seluruh hotel tersebut telah disiapkan untuk menampung sekitar 100 ribu jemaah gelombang pertama yang akan tiba di Madinah. Jumlah yang sama juga diperkirakan akan kembali ke Madinah pada gelombang kedua usai puncak haji di Makkah.
“Jadi hotel-hotel yang akan ditempati jemaah haji untuk gelombang pertama sekitar 100 ribu. Nanti setelah musim haji dari Makkah gelombang kedua, sekitar 100 ribu lebih seperti itu,” paparnya.
Ia memastikan proses pengecekan dan monitoring hotel telah dilakukan oleh petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di masing-masing sektor.
“Rekan-rekan PPIH juga sudah proses monitoring, juga sudah survei ke lokasi hotel-hotel. Mudah-mudahan penyambutan pertama nanti ada 15 kloter tanggal 22, itu kita sudah siap semua hotelnya,” kata Zaenal.
Zaenal menambahkan, kloter pertama dijadwalkan tiba pada 22 April, dengan kemungkinan perubahan jadwal penerbangan.
“Kalau tidak berubah, Yogyakarta pukul 06.25 yang kloter pertama. Tapi intinya secara keseluruhan hotel kita sudah siapkan,” kata dia.
Selain itu, koordinasi dengan pengelola hotel dan pihak majmuah juga telah dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan.
“Majmuah-majmuah yang mengelola hotel kita sudah koordinasikan dan kemudian juga pemilik hotel juga kita sudah koordinasikan. Alhamdulillah mereka memberikan respons yang baik,” ungkapnya.
Skema pecah hotel
Dalam operasional penempatan jemaah, Zaenal juga menjelaskan kemungkinan diterapkannya skema “pecah hotel” dalam satu kloter. Skema ini dilakukan ketika kapasitas hotel tidak sepenuhnya sesuai dengan jumlah jemaah dalam satu kloter.
Ia mencontohkan, jika kapasitas hotel tidak mencukupi untuk seluruh anggota kloter, maka sebagian jemaah akan ditempatkan di hotel lain.
“Ketika kapasitasnya sudah terpenuhi dan ada kloter yang misalnya hanya tersisa satu rombongan saja, maka kita pindahkan. Itu namanya pecah hotel, seperti itu dalam satu kloter,” jelasnya.
Menurutnya, skema ini menjadi solusi agar kapasitas hotel tetap optimal tanpa menyisakan kamar kosong yang berpotensi menjadi temuan dalam pengelolaan.
Pihak Daker Madinah juga menyatakan akan terus melakukan penyesuaian apabila terjadi perubahan jadwal penerbangan maupun dinamika di lapangan menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia.
Hotel di Madinah siap sambut jemaah
Direktur Operasional Hotel Astoneast Madinah, Ibrahim al-Brins, menyatakan hotelnya telah siap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia.
Hotel Astoneast merupakan salah satu hotel yang digunakan jemaaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Hotel ini tak jauh dari Masjid Nabawi, hanya berjarak sekitar 100-200 meter.
“Persiapan kami untuk menyambut jamaah haji Indonesia sudah 100 persen. Seluruh fasilitas hotel sudah juga sudah siap,” ujar Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa hotelnya telah berpengalaman dalam melayani jemaah haji Indonesia tiap musim haji. Selain itu, sejumlah karyawan hotelnya juga ada yang fasih berbahasa Indonesia.
“Insya Allah saat penyambutan jemaah nanti, kami akan mengadakan semacam ‘pesta’ sambutan untuk mereka. Kita akan menyambut dengan mengalungkan bunga-bunga dan menyiapkan jamuan,” pungkas Ibrahim.*
