JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat konsolidasi seluruh lini petugas haji guna memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi menegaskan, soliditas lintas instansi menjadi fondasi utama menghadapi dinamika di Tanah Suci.
Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Petugas Pengawas, Pendamping, dan Pendukung Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.
Di hadapan Menteri Haji dan Umrah serta peserta rapat, Irjen menekankan bahwa keterpaduan antara petugas kloter dan non-kloter menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan jemaah.
“Di sisi lain kita juga sudah melakukan ikhtiar mensolidkan para petugas haji tahun ini. Baik itu petugas haji kloter, non kloter maupun embarkasi,” ujarnya.
Menurutnya, desain operasional haji tahun ini dirancang lebih adaptif dengan memadukan petugas mobile yang melekat langsung pada jemaah dan petugas stasioner di titik layanan strategis. Skema ini dinilai mampu memperkuat ketahanan mental serta kesiapan petugas dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
“Dengan solidnya para petugas di tiap kloter dengan para jemaahnya, serta solidnya petugas haji non kloter sejak dari Tanah Air, maka apapun dinamika yang akan kita hadapi di Tanah Suci, insya Allah kita akan jauh lebih siap dan lebih kuat,” tambahnya.
Konsolidasi lintas sektor ini melibatkan 116 peserta dari berbagai instansi, terdiri atas 1 Kementerian Koordinator, 7 kementerian, 9 lembaga pemerintah pusat, serta 1 pemerintah daerah. Penguatan juga didukung oleh 70 petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) dari unsur TNI dan Polri.
Irjen menegaskan, seluruh elemen petugas merupakan bagian dari jajaran eksekutif Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, dibutuhkan semangat persatuan untuk mewujudkan tiga target utama: sukses penyelenggaraan, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses adab dan peradaban haji.
Untuk memastikan keberhasilan tersebut, Inspektorat Jenderal Kemenhaj menetapkan lima indikator utama, yakni terpenuhinya kuota haji 100%, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah hilang, berkurangnya kendala layanan selama ibadah, serta nihil praktik KKN.
Menutup laporannya, Irjen mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada meski persiapan dinilai semakin sistematis. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan kerendahan hati sebagai bagian dari satu kesatuan besar Delegasi Haji Republik Indonesia.
“Seluruh petugas, baik dari unsur eksekutif maupun pengawas eksternal seperti Komisi VIII DPR RI dan BPK, diminta tetap menjaga kerendahan hati karena tergabung dalam satu kesatuan besar, yaitu Delegasi Haji Republik Indonesia,” pungkasnya.*
