JAKARTA— Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk kembali berkunjung ke Rusia pada Mei dan Juli 2026. Undangan itu menjadi sinyal penguatan hubungan strategis kedua negara, khususnya di sektor ekonomi dan geopolitik.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam tayangan resmi Sekretariat Presiden RI yang direkam di Moskow dan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Undangan itu diberikan langsung oleh Putin saat pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Senin (13/4/2026).
“Presiden Putin juga menyampaikan undangan bagi Presiden Prabowo untuk menghadiri acara di Kazan, yang akan diselenggarakan pada bulan Mei, dan juga pameran industri besar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli yang akan datang,” kata Menlu Sugiono seperti diberitakan Antara.
Agenda yang dimaksud mencakup sejumlah forum strategis, termasuk forum ekonomi internasional di Kazan serta pameran industri besar di Rusia pada pertengahan tahun. Salah satu agenda utama adalah International Economic Forum Russia–Islamic World: KazanForum yang akan digelar pada 12–17 Mei 2026 di Kazan Expo, hasil kerja sama Pemerintah Rusia dan Organisasi Kerja Sama Islam.
Selain itu, ajang International Innovation Industry Expo (INNOPROM) 2026 dijadwalkan berlangsung di Ekaterinburg pada 6–9 Juli. Menurut Sugiono, undangan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral yang diharapkan semakin intensif dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pertemuan bilateral dengan Putin menjadi agenda utama dalam rangkaian kunjungan di Moskow.
Tak hanya pertemuan resmi, kedua pemimpin juga menggelar pertemuan empat mata dalam format makan siang di kompleks Kremlin. Dalam sesi tertutup tersebut, isu geopolitik global menjadi salah satu topik utama pembahasan.
“(Dua pemimpin negara) juga membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern juga bagi kedua negara,” kata Sugiono.
Ia menegaskan, Rusia merupakan mitra strategis sekaligus mitra dagang penting bagi Indonesia. Ke depan, kedua negara akan memperkuat kerja sama ekonomi serta memperluas hubungan antarwarga.
“Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar penguatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antarwarga negara baik itu (dari) Rusia maupun Indonesia,” ujar Menlu Sugiono.
Undangan langsung dari Putin kepada Prabowo ini menandai babak baru dalam diplomasi Indonesia–Rusia, dengan fokus pada penguatan kolaborasi ekonomi, industri, dan respons terhadap dinamika geopolitik global yang kian kompleks.*
