5 months ago
2 mins read

Di Balik Gagalnya Kesepakatan AS-Iran 

Perundingan AS-Iran di Islamabad, Pakistan. (Foto: TRT)

ISLAMABAD – Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah perundingan intensif di ibu kota Pakistan. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan Iran menolak syarat yang diajukan Washington, sementara pihak Iran menegaskan sejak awal tidak mengharapkan kesepakatan tercapai dalam pertemuan pertama.

Perundingan tingkat tinggi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad ini menjadi kontak paling signifikan antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu lebih buruk bagi Iran daripada bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan pada Minggu, (12/4/2026) sebelum meninggalkan Islamabad.

Ia menambahkan, Iran memilih “tidak menerima syarat kami” dalam perundingan yang dimulai sejak Sabtu. Menurutnya, AS membutuhkan komitmen mendasar dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan tidak akan mencari sarana yang memungkinkan mereka dengan cepat mencapai senjata nuklir,” ujar Vance seperti dikutip Aljazeera.

Laporan dari Washington menyebut kehadiran Donald Trump yang mengutus Vance menunjukkan keseriusan AS dalam perundingan ini. Namun, kepergian Vance tidak serta-merta menandakan dialog telah berakhir, karena negosiasi masih bisa berlanjut secara tidak langsung.

Isu utama yang menjadi ganjalan antara lain penguasaan Selat Hormuz oleh Iran serta perbedaan tajam terkait program nuklir. AS tidak hanya meminta Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir, tetapi juga tidak mengakses teknologi yang dapat mengarah ke sana—tuntutan yang dinilai sangat berat.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak realistis mengharapkan kesepakatan dalam satu pertemuan.

“Secara alami, sejak awal kita tidak boleh mengharapkan mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada yang memiliki ekspektasi seperti itu,” ujar juru bicara kementerian, Esmaeil Baghaei.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi Teheran, menyatakan pihaknya telah mengajukan inisiatif ke depan, namun AS belum mampu membangun kepercayaan.

“AS telah memahami logika dan prinsip Iran, dan sekarang saatnya bagi mereka untuk memutuskan apakah mereka dapat memperoleh kepercayaan kami atau tidak,” tulisnya.

Dari Teheran, laporan menyebut pembicaraan kali ini tidak hanya berfokus pada isu nuklir, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain seperti keamanan regional dan Selat Hormuz, yang semakin memperumit negosiasi.

Di tengah proses diplomasi, publik Iran dilaporkan tidak terlalu optimistis terhadap gencatan senjata dua minggu yang dimulai pekan lalu. Faktor utama yang disebut adalah rendahnya tingkat kepercayaan terhadap AS, mengingat pengalaman negosiasi sebelumnya yang tidak menghasilkan solusi jangka panjang.

Selain pembebasan aset yang dibekukan di luar negeri, Iran juga menuntut kendali atas Selat Hormuz, kompensasi perang, serta gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk Lebanon. Namun, sekutu AS, Israel, menolak menghentikan serangan terhadap kelompok Hezbollah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan operasi militer terhadap Iran masih berlanjut.

“Israel di bawah kepemimpinan saya akan terus melawan rezim teror Iran dan proksinya,” katanya.

Sementara itu, Pakistan mendorong kedua pihak untuk tetap mempertahankan gencatan senjata dan melanjutkan dialog demi mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kedua negara terhadap peran mediasi Pakistan.

“Kami berharap kedua pihak melanjutkan dengan semangat positif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan kemakmuran bagi seluruh kawasan dan sekitarnya,” kata Ishaq.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan lebih dari 2.000 orang serta merusak berbagai wilayah militer dan sipil. Konflik ini juga memicu krisis energi global, terutama setelah Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Upaya diplomasi yang dimediasi Oman sebelumnya disebut sudah “hampir mencapai kesepakatan”, namun pecahnya perang menggagalkan momentum tersebut.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyerukan perpanjangan gencatan senjata.

“Keberhasilan mungkin memerlukan konsesi yang menyakitkan dari semua pihak, tetapi itu tidak sebanding dengan penderitaan akibat kegagalan dan perang,” ujarnya.

Hingga kini, perundingan di Islamabad masih menyisakan ketidakpastian, sementara eskalasi militer di kawasan terus berlangsung, termasuk serangan terbaru Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya enam orang.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

‘Kudeta’ Netanyahu Ancam Perang Gaza Tanpa Akhir

Penolakan pemimpin Israel terhadap peta jalan yang dipimpin AS akan

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88