1 week ago
1 min read

Wamenhaj Tekankan ‘Ta’liful Qulub’ sebagai Kunci Pelayanan Jemaah

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

TANGERANG — Pemerintah menggarisbawahi satu hal krusial dalam penyelenggaraan haji ke depan: soliditas hati para penyelenggara. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bukan sekadar forum teknis, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ikatan batin antar pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan saat menutup Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Banten, Jumat (10/4/2026) malam.

Di tengah meningkatnya kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji, Dahnil menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, lembaga, hingga petugas lapangan. Menurutnya, keberhasilan pelayanan jemaah tidak hanya ditentukan oleh sistem dan regulasi, tetapi juga oleh kesatuan visi dan rasa persaudaraan yang kuat.

“Konsolidasi ini adalah momentum Ta’liful Qulub. Kita tidak hanya menyatukan pikiran dan rencana kerja, tetapi yang paling utama adalah ‘mengikat hati’ dalam satu pengabdian yang tulus untuk melayani tamu-tamu Allah,” ujar Wamenhaj.

Dalam perspektif pemerintah, pendekatan “Ta’liful Qulub” menjadi fondasi penting untuk menjawab berbagai tantangan teknis dan birokrasi yang kerap muncul di lapangan. Dengan keterikatan hati dalam satu tujuan, hambatan operasional diyakini bisa diselesaikan lebih cepat dan efektif.

“Jika hati kita sudah terpaut dalam niat yang sama, maka kerja-kerja berat dalam melayani jutaan jemaah akan terasa ringan. Inilah inti dari konsolidasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Rakernas ini sendiri menjadi forum konsolidasi intensif selama beberapa hari, yang menghasilkan sejumlah rumusan strategis untuk peningkatan kualitas layanan. Mulai dari pembenahan katering, transportasi, hingga penguatan skema perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Penutupan Rakernas sekaligus menandai berakhirnya fase perencanaan menuju implementasi. Pemerintah kini mendorong seluruh hasil pembahasan segera dieksekusi di tingkat daerah sebagai bagian dari persiapan operasional haji 1447 H.

Di akhir sambutannya, Dahnil memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara yang dinilai telah menunjukkan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan. Ia menegaskan, orientasi utama tetap satu: menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan bermuara pada kemabruran jemaah Indonesia.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Gandeng Imigrasi Percepat Layanan dan Cegah Haji Ilegal

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sinergi lintas instansi dengan Kementerian

Kemenhaj Sidak Koper Haji Demi Ketepatan Distribusi

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pengawasan distribusi logistik jemaah
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88