MEDAN — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mengakselerasi penguatan ekosistem ekonomi haji dengan menggelar Expo UMKM yang terintegrasi dengan kegiatan manasik haji pada 6–8 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus meningkatkan kesiapan jemaah secara menyeluruh.
Melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), Kemenhaj mendorong sinergi antara aspek ibadah dan ekonomi dalam satu ekosistem terpadu. Kebijakan ini juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi menjadi pilar penting dalam penyelenggaraan haji berkelanjutan.
“Penguatan ekosistem ekonomi haji menjadi bagian dari Tri Sukses Haji. Melalui expo ini, kita mendorong kemandirian ekonomi dan nilai tambah dalam rantai pasok haji dan umrah,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Menurut Dahnil, integrasi antara manasik haji dan pemberdayaan UMKM bukan sekadar inovasi teknis, melainkan langkah strategis untuk memperluas pemahaman jemaah.
“Manasik haji tidak hanya membekali jemaah dari sisi ibadah, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat,” tambahnya.
Expo ini dirancang dengan pendekatan simulatif, menghadirkan pengalaman perjalanan ibadah haji melalui pembagian area yang merepresentasikan tahapan penting seperti Madinah Al Munawaroh, Bir Ali, hingga Arafah. Konsep ini memberikan gambaran konkret kepada jemaah mengenai alur ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di sisi lain, Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menilai integrasi manasik dan expo UMKM sebagai terobosan dalam memperkuat literasi sekaligus pemberdayaan ekonomi jemaah.
“Expo ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga sarana edukasi bagi jemaah sekaligus mendorong UMKM berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebanyak 30 UMKM ambil bagian dalam expo ini dengan menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari perlengkapan ibadah seperti koper, kain ihram, dan mukena hingga makanan, minuman, serta oleh-oleh haji. Kehadiran produk lokal ini diharapkan mampu menekan dominasi produk impor sekaligus memudahkan jemaah memenuhi kebutuhan ibadah secara mandiri.
Tak hanya itu, Kemenhaj juga tengah menyiapkan platform digital oleh-oleh haji sebagai bagian dari transformasi digital ekosistem ekonomi haji. Para pelaku UMKM yang terlibat akan difasilitasi untuk masuk ke dalam platform tersebut guna memperluas akses pasar.
Dengan langkah ini, Kemenhaj menegaskan bahwa penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya berorientasi pada kesiapan fisik dan spiritual jemaah, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.*
