5 months ago
3 mins read

Pekan Suci Sunyi, Kristen Palestina Tertekan

Israel menutup banyak situs keagamaan di Yerusalem Timur sebagai akibat dari perang AS-Israel terhadap Iran. (Foto: Aljazeera)

YERUSALEM — Pekan Suci bagi berbagai denominasi Kristen—yang diyakini sebagai momen penangkapan, penyaliban, dan kebangkitan Yesus—berlangsung dalam suasana tidak biasa di Yerusalem. Jalan-jalan di Distrik Kristen Kota Tua tampak sepi, sementara toko-toko tutup.

Boulos, seorang pria Kristen Palestina berusia sekitar 30-an yang enggan disebutkan nama aslinya, masih datang beberapa hari dalam sepekan ke tokonya yang menjual perlengkapan keagamaan. Ia menutup sebagian pintu untuk menghindari aparat Israel, yang memerintahkan penutupan toko-toko selama perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Setelah enam tahun usahanya terganggu—mulai dari pandemi COVID-19 hingga rangkaian konflik—bisnisnya sempat menunjukkan tanda pemulihan seiring kembalinya sebagian peziarah internasional pascagencatan senjata di Gaza pada Oktober lalu.

“Sebelum perang [dengan Iran], usaha memang sudah sangat buruk. Tapi setidaknya masih cukup untuk makan,” kata Boulos, kepada Aljazeera. “Sekarang, tidak ada usaha sama sekali, tidak ada uang sama sekali.”

Sekitar tengah hari, seorang perempuan Kristen Ethiopia datang membeli satu kilogram lilin doa—menjadi pelanggan pertama hari itu.

“Sejak pagi saya di sini tidak mendapatkan apa-apa,” kata Boulos. “Apa artinya 35 shekel [$11,20] bagi saya? Apa bedanya?”

Di Yerusalem Barat, sebagian besar bisnis kini diizinkan buka karena dekat dengan bunker perlindungan. Namun di Kota Tua Palestina yang tidak memiliki fasilitas tersebut, banyak usaha dipaksa tutup. Distrik Kristen—yang sangat bergantung pada pariwisata—menjadi wilayah yang paling terdampak.

“Ini pertama kalinya dalam hidup saya melihat Yerusalem sesedih ini,” kata Brother Daoud Kassabry, Seorang warga Yerusalem dan kepala sekolah di College des Freres School di Kawasan Kristen.

Selama lebih dari sebulan, tidak ada kegiatan belajar tatap muka. “Ini adalah bulan paling sulit di wilayah kami, benar-benar dalam masa kami. Bagi orang tua, bagi sekolah, bagi siswa, bagi guru—bagi semua orang.”

Toko-toko yang tutup di Kawasan Kota Tua Kristen Yerusalem. (Foto: Aljazeera)

“Negara ini hanya untuk mereka”

Biasanya, siswa dari sekolah Kassabry ikut dalam prosesi Minggu Palma. Namun tahun ini tidak diizinkan.

Otoritas Israel bahkan melarang Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, bersama pejabat gereja lainnya memasuki Gereja Makam Kudus—yang diyakini sebagai lokasi penyaliban dan kebangkitan Yesus—untuk memimpin misa.

Menurut Patriarkat Latin, ini merupakan pertama kalinya dalam “berabad-abad” hal tersebut terjadi.

Dalam konferensi pers, Kardinal Pizzaballa mengatakan seluruh perayaan dibatalkan untuk mematuhi pembatasan militer. “Namun ada hal-hal yang tidak bisa kami batalkan. Tidak seorang pun, bahkan paus, memiliki wewenang untuk membatalkan liturgi Paskah.”

Setelah tindakan itu dikritik oleh pemimpin Italia, Prancis, dan Amerika Serikat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan langkah tersebut diambil demi “keamanan”, dengan alasan minimnya bunker di sekitar gereja.

Namun, pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan status quo pengelolaan situs suci di Yerusalem, yang berada di bawah otoritas gereja dan Waqf Islam, dengan penjagaan oleh Raja Yordania Abdullah II.

Bagi warga Kristen Palestina, kondisi ini mencerminkan lingkungan yang tidak bersahabat. Bishop Emeritus Munib Younan mengeluhkan seringnya ia diludahi oleh pelajar yeshiva Yahudi di Kota Tua tanpa konsekuensi hukum.

Boulos juga memilih beribadah di luar Yerusalem. “Di sana, tidak ada yang menodongkan senjata kepada Anda saat menuju gereja. Hidup setidaknya terasa normal,” ujarnya. “Di sini, hidup tidak normal.”

“Mereka [Israel] ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa negara ini hanya untuk mereka—bukan untuk Kristen, bukan untuk Muslim,” ia menegaskan.

Larangan terhadap pejabat gereja memasuki situs suci juga dinilai tidak masuk akal.

“Pada tahun 1967, saat Perang Enam Hari, dan saya tinggal di Distrik Kristen, kami berlindung di bawah Gereja St John [Pembaptis],” tutur Younan. “Saat perang, ke mana Anda mencari perlindungan? Ke gereja, ke masjid, ke sinagoga, untuk berdoa dan berkata, ‘Tuhan, beri saya kekuatan.’”

Setelah mendapat tekanan, Netanyahu akhirnya mengizinkan pelaksanaan ibadah di Gereja Makam Kudus selama Pekan Suci, namun tetap tertutup bagi publik.

Langkah ini kontras dengan perlakuan terhadap umat Muslim, yang sejak 28 Februari dilarang memasuki kompleks Al-Aqsa, termasuk selama Ramadan. Saat Idul Fitri, aparat Israel membubarkan jemaah dengan gas air mata, granat kejut, dan pentungan.

Keteguhan di Tengah Tekanan

Pembatasan ini membuat komunitas Kristen Palestina semakin sulit menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas di Yerusalem. Pembatalan prosesi Jalan Salib dan Sabtu Suci—ritual khas Yerusalem—menjadi pukulan besar.

“Tahun ini kami merindukannya,” kata Kassabry. “Banyak orang yang sepanjang tahun tidak masuk gereja, mereka datang hanya pada hari-hari ini, terutama Jumat Agung. Karena ini adalah perayaan Yerusalem.”

Meski gereja tetap dibuka, sebagian jemaat memilih tidak datang karena rasa takut. Dalam khotbah, para pastor mengaitkan situasi ini dengan penderitaan spiritual.

“Saya mengatakan kepada mereka… kita bisa mengenali dalam kehidupan sehari-hari sesuatu dari penderitaan Kristus sendiri: ketakutannya, kegelisahannya, rasa ditinggalkan,” kata Pastor Faris Abedrabbo.

“Dalam konteks ini, satu kata menjadi penting bagi kami: keteguhan. Seperti yang diajarkan Kristus dalam Injil: ‘Dengan ketekunanmu kamu akan memperoleh hidupmu’,” sambungnya.

Di tengah tekanan ekonomi—terutama akibat runtuhnya sektor pariwisata—banyak anak muda mulai mempertimbangkan emigrasi.

“Banyak anak muda mengatakan kepada saya, ‘Bisakah Anda membantu saya mendapatkan visa untuk pindah ke Amerika Serikat atau Kanada atau Australia?’” kata Younan. “Saya tidak menyalahkan mereka jika mereka ingin pergi. Tapi ini buruk bagi masa depan kami.”

Boulos pun mengakui hal serupa. “Mereka berusaha semaksimal mungkin membuat kami kehilangan harapan dan meninggalkan negara ini,” katanya.

Selama lima minggu terakhir, ia lebih banyak di rumah. Namun ia tetap datang ke toko beberapa kali dalam sepekan, meski hampir tanpa pelanggan.

“Saya mencoba untuk tetap berharap. Itulah mengapa saya masih datang ke sini—untuk menunjukkan pada diri saya bahwa saya masih punya harapan,” kata Boulos.

“Tapi Anda tahu, ini tidak berhenti. Tidak pernah berhenti. Dan mereka tahu pada suatu titik Anda akan menyerah. Anda akan kehilangan harapan.”

Dalam situasi tersebut, pesan yang disampaikan menjadi penutup refleksi Pekan Suci.

“Keteguhan bukanlah sekadar bertahan secara pasif. Ini adalah perlawanan spiritual yang aktif: tetap berpegang pada kebaikan, pada kebenaran… menolak kebencian, dan terus memilih kehidupan.”*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

‘Kudeta’ Netanyahu Ancam Perang Gaza Tanpa Akhir

Penolakan pemimpin Israel terhadap peta jalan yang dipimpin AS akan

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88