KUPANG — Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji (Kemenhaj) menunjukkan sikap tegas dalam mengawal seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Pengawasan diperketat dari hulu hingga hilir demi memastikan layanan berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi jemaah.
Irwil III Itjen Kemenhaj, Mulyadi Nurdin, menegaskan bahwa mandat pengawasan telah diatur undang-undang, mencakup aspek anggaran hingga kinerja aparatur. Hal itu disampaikannya saat meninjau Asrama Haji Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (30/3/2026).
“Pengawasan dilakukan menyeluruh, baik dari sisi keuangan maupun kualitas kinerja. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk tanggung jawab negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan penyelenggaraan haji ke depan lebih baik, profesional, dan berintegritas. Kemenhaj, kata dia, harus tampil sebagai institusi yang kredibel di mata publik.
“Penyelenggaraan ibadah haji adalah amanah besar. Ini menyangkut kehormatan bangsa, kepercayaan umat, dan wibawa Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.
Pengawasan Itjen tidak hanya berhenti di dalam negeri. Seluruh aspek layanan di Arab Saudi juga masuk dalam radar, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Di dalam negeri, fokus pengawasan mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan, termasuk kesiapan asrama haji sebagai titik awal keberangkatan jemaah.
“Asrama haji adalah gerbang awal. Jika di sini bermasalah, efeknya bisa berantai. Karena itu, kami beri perhatian khusus agar semua berjalan sesuai rencana pemerintah,” jelas Mulyadi, alumni Universitas Al-Azhar Mesir dan Lemhannas RI.
Lebih jauh, ia menggarisbawahi komitmen pemerintah yang tidak memberi ruang bagi praktik penyimpangan. Mengutip arahan Menteri Haji Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Mulyadi menegaskan prinsip zero tolerance terhadap manipulasi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang.
“Tidak ada kompromi. Petugas harus serius, profesional, dan fokus melayani jemaah,” katanya.
Ia juga menyoroti peran strategis petugas haji sebagai ujung tombak pelayanan. Menurutnya, petugas bukan hanya pelaksana teknis, tetapi representasi langsung negara di lapangan.
“Petugas harus satu komando, satu tim, dan mengesampingkan ego sektoral. Ini kerja kolektif, bukan individu,” ujarnya.
Dengan pengawasan berlapis dan persiapan yang matang, Itjen optimistis penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan memberikan pengalaman ibadah yang mabrur bagi seluruh jemaah tanpa menyisakan persoalan.*
