3 weeks ago
1 min read

Wamenhaj Tinjau Layanan Kesehatan Haji di Makkah

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

MAKKAH – Pemerintah terus memperkuat aspek kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026M. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, turun langsung meninjau kesiapan layanan kesehatan di Makkah sebagai bagian dari upaya memastikan perlindungan optimal bagi jemaah Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Dahnil mendatangi Saudi German Hospital yang akan menjadi mitra layanan kesehatan haji. Rumah sakit ini akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji dan para tenaga medis Indonesia selama musim haji berlangsung.

Lansia dan Risiko Tinggi Jadi Perhatian Utama
Dahnil menegaskan, isu kesehatan menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan haji setiap tahun, terutama karena tingginya jumlah jemaah lansia dan kategori risiko tinggi.

“Sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia, dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus beradaptasi dan berubah,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, pendekatan layanan kesehatan tidak bisa lagi bersifat konvensional, melainkan harus lebih proaktif, cepat, dan menjangkau seluruh titik pergerakan jemaah.

Klinik Satelit dan Mobile Clinic Diperkuat
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memperkuat keberadaan klinik satelit di berbagai sektor, serta menghadirkan layanan mobile clinic di kawasan Armuzna—yang menjadi pusat pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji.

“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna agar pelayanan dan pengawasan kesehatan jemaah bisa lebih optimal,” kata Dahnil.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kondisi darurat sekaligus meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan jemaah.

Penguatan Layanan dari Tanah Air hingga Arab Saudi
Tak hanya di Tanah Suci, penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan sejak di dalam negeri. Pemerintah berencana menghadirkan klinik permanen di asrama haji yang beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jemaah umrah.

Selain itu, peran Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi juga akan terus diperkuat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan jemaah.

“Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kualitas perlindungan kesehatan jemaah haji Indonesia semakin meningkat, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan dalam kondisi sehat.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Gandeng Imigrasi Percepat Layanan dan Cegah Haji Ilegal

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sinergi lintas instansi dengan Kementerian

Kemenhaj Sidak Koper Haji Demi Ketepatan Distribusi

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pengawasan distribusi logistik jemaah
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88