JEDDAH – Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026M tetap berjalan sesuai rencana, meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih bergejolak. Dari Arab Saudi, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan kesiapan operasional haji dalam kondisi aman dan terkendali.
Hal itu disampaikan Dahnil saat mengawali kunjungan kerjanya dengan meninjau langsung berbagai aspek teknis penyelenggaraan haji, termasuk koordinasi dengan otoritas setempat.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun Arab Saudi. Insya Allah, keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” ujarnya, Ahad (29/3/2026).
Persiapan Matang di Tengah Ketegangan Global
Dahnil menegaskan pemerintah terus memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan berjalan optimal, demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.
Di tengah eskalasi konflik regional, ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat doa sebagai bagian dari ikhtiar bersama.
“Kita berdoa agar penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman. Kami memohon dukungan doa dari seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Haji sebagai Pesan Perdamaian Dunia
Lebih dari sekadar ibadah, Dahnil menekankan bahwa haji memiliki makna strategis sebagai simbol perdamaian global.
“Kita berharap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji berlangsung aman. Haji membawa pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai universal dalam ibadah haji dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara yang tengah berkonflik untuk mengedepankan dialog.
“Haji harus menjadi instrumen menghadirkan perdamaian dan keselamatan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.
Dukung Diplomasi Perdamaian
Dalam pernyataannya, Dahnil juga menyampaikan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong dialog antarnegara sebagai upaya meredakan konflik global.
Ia berharap diplomasi yang dibangun Indonesia dapat berkontribusi pada stabilitas dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah.
Menutup pernyataannya, Dahnil kembali mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.
“Semoga Haji 2026 berjalan sukses, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia maupun dunia,” pungkasnya.*
