2 months ago
1 min read

Iran Isyaratkan Sikap Keras Usai Pernyataan “Ekstremis” Dubes AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: Antara/Xinhua)

TEHERAN — Iran mengisyaratkan sikap keras menyusul pernyataan kontroversial seorang utusan Amerika Serikatyang menuai kecaman luas di dunia Arab. Pada Sabtu (21/2), Teheran berjanji menegakkan persatuan nasional sekaligus menetapkan angkatan laut (AL) dan angkatan udara (AU) negara-negara Uni Eropa sebagai organisasi teroris.

Langkah tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan. Berbicara dalam pertemuan di Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap ketahanan dan persatuan nasional, seraya menolak tekanan eksternal dalam proses perundingan nuklir dengan Washington.

“Kami akan melakukan berbagai upaya dan tidak akan tunduk pada kesulitan apa pun yang kami hadapi,” ujar Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan langsung oleh IRIB TV.

Meski mengakui adanya tantangan ekonomi dan politik, Pezeshkian menyerukan kohesi nasional dengan meminta rakyat Iran untuk mengesampingkan perbedaan dan tetap bersatu. Pernyataan tersebut muncul setelah peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah serta dua putaran perundingan nuklir tak langsung antara Teheran dan Washington yang membahas program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi AS.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran secara resmi menetapkan AL dan AU seluruh negara anggota UE sebagai organisasi teroris. Kebijakan itu disebut sebagai respons atas keputusan UE yang dinilai “melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan” karena menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Menurut Kemenlu Iran, keputusan UE tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional.

Di tengah dinamika yang kian memanas, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi lewat pernyataannya pada Jumat (20/2) yang menyebut Israel memiliki “hak alkitabiah” untuk mengklaim kendali atas seluruh Timur Tengah atau setidaknya sebagian besar kawasan tersebut.

Pernyataan itu memantik kecaman keras dari berbagai negara Arab. Liga Arab menyebutnya sebagai “sangat ekstremis”. Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menilai pernyataan tersebut tidak logis, tidak rasional, dan bertentangan dengan norma diplomasi internasional.

Menurut Aboul-Gheit, retorika tersebut berpotensi memperkeruh suasana dan membangkitkan emosi keagamaan serta nasional, di saat negara-negara tengah menjajaki peluang gencatan senjata di Gaza dan membuka jalan menuju proses politik yang serius bagi perdamaian.

Kecaman serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Mesir, yang menyatakan “keheranan” atas pernyataan Huckabee dan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Dari Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Faisal bin Farhan Al Saud turut menyebut retorika tersebut sebagai “ekstremis”. Ia menegaskan, pernyataan Huckabee mengisyaratkan konsekuensi serius dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional dengan memusuhi negara-negara dan rakyat di kawasan, sekaligus merusak fondasi tatanan internasional yang ada.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Gaza Gelar Pemilu Pertama dalam 21 Tahun

GAZA – Warga Deir el-Balah di Gaza Tengah bersiap mengikuti

Iran Tetap Jadi Penghalang Proyek ‘Israel Raya’

Israel ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. Kegagalannya mengalahkan Iran
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88