3 days ago
1 min read

Upacara Penutupan Diklat PPIH Tak Dihadiri Presiden

Upacara penutupan diklat PPIH 2026 di Lapangan Galaxy Makodau I Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: MCH 2026)  

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M. Upacara penutupan digelar di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah I Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
 
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang semula dijadwalkan memimpin langsung upacara penutupan diklat, dipastikan batal hadir. Penutupan akhirnya dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang karib disapa Gus Irfan.
 
Gus Irfan membacakan amanat Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara penutupan diklat yang sekaligus menjadi pengukuhan petugas haji 2026 tersebut. Presiden menyebut penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara. 
 
“Amanah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa serta wibawa Indonesia di mata dunia internasional,” kata Prabowo sebagaimana disampaikan Gus Irfan.
 
“Indonesia setiap tahun mengirimkan jemaah haji terbanyak di dunia. Fakta ini menuntut kesiapan yang sungguh-sungguh, tata kelola yang tertib, serta kualitas petugas yang dapat diandalkan,” lanjut Presiden.
 
Prabowo menekankan bahwa petugas haji memiliki posisi strategis karena menjadi wajah negara, baik di hadapan jemaah maupun komunitas internasional. Oleh karena itu, sikap, keteguhan, dan kepekaan dalam melayani dinilai sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
 
Menurut Presiden, tugas petugas haji menuntut integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang tinggi, terutama dalam menghadapi kepadatan aktivitas, perbedaan latar belakang jemaah, serta tantangan fisik dan emosional selama berada di Tanah Suci.
 
“Disiplin adalah fondasi utama penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi, pelaksanaan peran dan kewenangan, ketepatan waktu, hingga menjaga etika dan integritas,” tegasnya.
 
Prabowo juga mengingatkan petugas haji agar menjadikan etika pelayanan sebagai pegangan utama. Melayani jemaah berarti menjaga martabat manusia, menghormati niat ibadah, serta menghadirkan negara secara nyata saat jemaah membutuhkan bantuan.
 
Selain kesiapan teknis, Presiden juga menilai kekuatan batin dan dukungan keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan tugas petugas haji. Doa dan restu keluarga disebut sebagai sumber kekuatan dalam menjalankan amanah negara di Tanah Suci.*
 

 

Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Kedepankan Mediasi Berkeadilan dalam Penanganan Aduan Jemaah

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya dalam

Menhaj Tekankan Soal Amanah Negara pada Peserta Diklat PPIH 2026

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) kian memperkuat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88