4 days ago
1 min read

Menhaj Tekankan Soal Amanah Negara pada Peserta Diklat PPIH 2026

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat memimpin upacara pengukuhan PPIH 2026 di Lapangan Makodau I, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) kian memperkuat kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Diklat ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan kesiapan petugas dalam melayani 221.000 jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.

Diklat PPIH dilaksanakan selama satu bulan, dimulai secara luring di Asrama Haji Pondok Gede pada 10–30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan daring pada 2–11 Februari 2026. Program ini dirancang untuk menguatkan kesiapan mental, fisik, serta manajerial petugas haji sebelum diterjunkan ke Arab Saudi.

Sebanyak 1.636 peserta terdaftar dalam diklat tersebut. Dari jumlah itu, 1.622 petugas tercatat aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Sementara enam peserta berhalangan hadir karena sakit dan delapan lainnya karena alasan tertentu.

Materi pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan jemaah, mulai dari pemahaman kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi, komunikasi pelayanan yang efektif, simulasi operasional penyelenggaraan ibadah haji, hingga penguatan kemampuan teknis petugas di lapangan.

Hasil survei internal menunjukkan indeks performa petugas di Asrama Haji Pondok Gede berada di atas 90 persen. Capaian tersebut dinilai mencerminkan kesiapan petugas serta kuatnya orientasi pelayanan kepada jemaah.

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang mewakili Presiden RI menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang berkaitan langsung dengan kehormatan bangsa dan kepercayaan umat.

“Haji adalah amanah negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat. Dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, penyelenggaraan haji menuntut tata kelola yang tertib serta petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan,” tegas Gus Irfan saat memimpin upacara pengukuhan PPIH 2026 di Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menhaj juga menekankan pentingnya sikap sigap, disiplin, dan bertanggung jawab bagi seluruh petugas PPIH. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama agar pelayanan tetap berintegritas dan tidak kehilangan nilai pengabdian.

“Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan yang diberikan kepada jemaah adalah wajah negara,” ujarnya.

Selain itu, Gus Irfan mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga etika, integritas, dan nama baik Indonesia di mata dunia. Dengan rida dan doa keluarga, petugas diharapkan mampu menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Melalui pelaksanaan diklat ini, Kemenhaj menegaskan kesiapan PPIH sebagai garda terdepan pelayanan haji, demi memastikan setiap jemaah Indonesia memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat sebagai wujud nyata kehadiran negara.*

Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Kedepankan Mediasi Berkeadilan dalam Penanganan Aduan Jemaah

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya dalam

Upacara Penutupan Diklat PPIH Tak Dihadiri Presiden

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi menutup
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88