JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).
Dalam sambutannya, Gus Irfan mengingatkan seluruh calon petugas haji untuk mengutamakan pelayanan secara maksimal kepada jemaah selama bertugas. Karena itu, kata dia, sangat penting meluruskan niat, bersikap adaptif, profesional, dan berorientasi pada solusi dalam menjalankan tugas.
“Jangan berpikiran kita berangkat, Anda berangkat untuk ‘nunut’ haji, nebeng haji. Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji. Niatkanlah berangkat sebagai pelayan tamu-tamu Allah,” tegasnya.
Dengan niat yang benar, lanjut Gus Irfan, maka petugas PPIH akan mengetahui prioritas utama saat berangkat ke Arab Saudi. Termasuk ketika dihadapkan pada situasi sulit antara menjalankan ritual pribadi atau membantu jemaah.
“Jika pada satu saat ada pilihan apakah harus menjalankan ritual haji, apakah harus ataukah harus melayani jemaah, sudah jelas pilihannya melayani jemaah,” pesannya.
Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar masyarakat yang tidak bisa dikelola secara sembarangan.
Menhaj mengatakan kuota jemaah haji tahun ini sebanyak 221 ribu. Karenanya, ia meminta para petugas perlu berkomitmen memprioritaskan pelayanan jamaah.
Pada diklat tahun ini, Kemenhaj RI memberikan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan oleh para petugas.
“Tahun-tahun yang lalu memang banyak keluhan dengan petugas haji. Meskipun saya tahu juga banyak petugas haji yang sangat luar biasa dedikasinya,” ujarnya.
Oleh karena itu, melalui Diklat ini, selain mendapatkan pembekalan bahasa Arab, kedisiplinan, pengetahuan tentang haji, serta berbagai hal terkait haji, para petugas juga mengetahui tugas-tugas yang akan diembannya, pembagian kelompok, pos penempatan, dan lain sebagainya.*
