JAKARTA – Kementerian Haji Republik Indonesia (Kemenhaj RI) secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447 Hijriah/2026 M di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta. Diklat ini akan digelar selama 20 hari, sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026.
Diklat ini diikuti sebanyak 1.500 calon petugas haji yang datang dari seluruh Indonesia. Selain mendapatkan materi bimbingan soal layanan ibadah haji, para peserta juga akan digembleng dengan pendidikan dan latihan ‘semi militer’.
Dalam kegiatan Diklat PPIH Arab Saudi ini, Kemenhaj RI melibatkan ratusan anggota TNI dan Polri sebagai instruktur dan fasilitator guna memastikan seluruh rangkaian Diklat berjalan tertib, aman, dan lancar.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, mengatakan selama satu pekan pertama, para peserta didik akan digembleng dengan latihan baris berbaris (PBB) untuk meningkatkan kedisplinan, karena di PBB ini ada kebiasaan untuk mendengarkan instruksi.
“Diklat PPIH merupakan tahapan krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta siap bertugas melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” ujar Dendi,” Sabtu (10/1/2026).
“Kesiapan teknis dan mental para petugas menjadi kunci sukses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Karena kita akan melayani tamu Allah di negara Arab Saudi yang tentunya akan bertemu dengan banyak jemaah dari banyak negara juga,” sambungnya.
Menurut Dendi, diklat ini bukan sekadar formalitas, tetapi proses pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab petugas haji agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Ia menambahkan, ada empat sasaran yang ingin dicapai dalam Diklat PPIH ini, yakni fisik yang kuat dan bugar, mental yang tangguh sebagai pelayan, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan Tusinya masing-masing, adanya bonding (ikatan) persatuan.
Calon PPIH Arab Saudi akan bertugas di berbagai bidang dan layanan. Di antaranya, akomodasi, konsumsi, transportasi, pembimbing ibadah, pendamping Lansia, tenaga kesehatan, perlindungan jemaah, dan media center haji (MCH).
Selain digembleng secara fisik dan mental, para peserta akan dibekali materi terkait kebijakan perhajian, pelayanan jemaah, manajemen krisis, koordinasi lintas sektor, serta pemantapan tugas dan fungsi (tusi) hingga pelajaran Bahasa Arab.*
