2 years ago
1 min read

Jakarta Funding Inisiatif untuk Pembiayaan Proyek Tanpa Kolateral

Calon gubernur Jakarta Pramono Anung (kiri) dan Rano Karno. (Foto: IG Pramono Anung)

JAKARTA – Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan inisiatif yang dinamakan “Jakarta Funding”, terinspirasi dari program pembiayaan yang telah sukses, yaitu INA Funding.

Menurut Pramono Anung, program ini dirancang untuk memberikan kemudahan dalam pembiayaan proyek-proyek di Jakarta tanpa bergantung pada kolateral tradisional.

“Zaman sekarang sudah lebih modern. Saya akan membuat yang disebut dengan Jakarta Funding. Apa itu Jakarta Funding? Seperti INA Funding, yang dibuat oleh pemerintahan Pak Jokowi, inisiatornya di antaranya adalah Ibu Sri Mulyani dan Pak Erick,” katanya di Total Politik.

Pramono menjelaskan bahwa ia terlibat dalam persiapan konsep Jakarta Funding dan memahami potensi serta mekanismenya.

Menurutnya, kesuksesan INA Funding, yang berkembang dari modal awal 6 triliun rupiah menjadi program bernilai besar. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan ini terletak pada pendekatan tanpa kolateral bagi peminjam.

“Dalam berbisnis, tidak perlu kolateral. Kolateralnya negara, Jakarta kan juga bisa, tapi memang harus profesional,” ujarnya.

Pramono menegaskan bahwa untuk mengelola Jakarta Funding, diperlukan individu-individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman bisnis yang kuat.

“Tidak boleh dikelola oleh ASN ataupun BUMD, sama sekali tidak boleh. Ini butuh orang yang sangat profesional untuk ditempatkan di sana. Bukan berarti ASN dan BUMD tidak profesional, tetapi untuk Jakarta Funding, karena tidak butuh birokrasi, ini butuh orang berbisnis dengan baik,” sambungnya.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kudatuli: Sudahkah Bangsa Ini Belajar?

JAKARTA – Setiap tanggal 27 Juli, ingatan bangsa ini kembali

PDIP Gelar Teatrikal Peringati 30 Tahun Kudatuli

JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) menggelar aksi teatrikal untuk memperingati 30
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88