JAKARTA – Bambang Wuryanto, atau Bambang Pacul, Komandan Korea-Korea, mengungkapkan pandangannya tentang perubahan signifikan dari masa Orde Baru hingga era demokrasi saat ini. menyoroti bagaimana posisi penting dalam pemerintahan dan parlemen mengalami transformasi dari waktu ke waktu.
“Di era sekarang, semua Ketua Umum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) kan diberi jatah Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga). Zaman Orde Baru, itu juga ada jatah Menpora, tetapi untuk sampai lolos menjadi ketua umum, panjang itu kisahnya,” katanya di Total Politik.
Kalau dulu, yang menang bukan Korea. Yang menang itu putranya para jenderal. Kamu harus dekat-dekat dengan jenderal kalau di zaman Orde Baru, dan jenderalnya itu dari Angkatan Darat pula. Sekarang, dunia sudah sangat terbuka, jadi orang dari mana pun boleh,” sambungnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pada era Orde Baru, koneksi dengan jenderal militer sangat penting untuk meraih jabatan politik, berbeda dengan sekarang yang lebih terbuka.
Di era demokrasi modern, jabatan seperti anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) tak lagi didominasi elit, melainkan ditentukan oleh suara terbanyak, tanpa memandang nomor urut.
“Jadi sungguh sungguh bisa dibilang pertempuran Korea. Kamu mau jadi anggota DPR juga bisa, nomor urut nggak penting. Suaranya paling banyak yang penting kan begitu. Tempur aja pakai duit pak, ya memang butuh duit,” ujarnya.*
