2 years ago
1 min read

Panda Nababan Angkat Suara Soal DPA

Politikus Senior PDIP Panda Nababan (kiri) saat menjadi pembicara dalam diskusi "Ruang Temu Total Politik", Jumat (12/7/2024). (Foto: Totalpolitik.com)

JAKARTA – Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pandapotan Nababan, buka suara mengenai wacana Dewan Pertimbangan Agung (DPA) ingin diadakan lagi. Menurutnya, lembaga tersebut pernah mengungkit kasus korupsi pada masa lampau.

“Jadi dalam sejarah Republik Indonesia, DPA itu pernah eksis, berkembang, dan mempunyai pengaruh yang besar waktu mereka membocorkan hasil Komisi IV dari DPA mengenai kasus korupsi-korupsi. Itu spektakuler,” katanya dalam acara ‘Diskusi Ruang Temu Jokowi-Prabowo Hangat-Hangat Kuku?’ di kantor Total Politik, Jumat (12/7/2024).

Akan tetapi, kata pria yang kerap disapa Opung Panda itu, kini DPA tidak lagi mencetak prestasi. Hal yang sama juga bisa dikatakan mengenai lembaga Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Opung Panda mengaku belum pernah mendengar Wantimpres memberikan pendapat-pendapat kritis terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini.

“Setelah itu, seluruh rakyat Indonesia nggak punya catatan lagi mengenai apa prestasi DPA. Demikian juga Wantimpres. Belum pernah kita dengar selama ada Wantimpres itu kemudian memberikan pendapat-pendapat yang kemudian mengoreksi Presiden Jokowi. Mengingatkan ini atau kemudian tidak lagi terjadi ini dan sebagainya,” jelasnya.

‘Tidak jelas’

Adapun salah satu isu yang Panda tanyakan terkait pendapat dari Wantimpres adalah pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

“Apa pendapatnya mengenai IKN? Apa gitu loh. Jadi hampir tidak pernah,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Panda mempertanyakan dampak adanya baik DPA maupun Wantimpres terhadap kehidupan rakyat. Menurut dia, manfaatnya tak jelas.

“Jadi sebenarnya institusi badan ini nggak punya pengaruh apa-apa terhadap rakyat. Nggak juga jelas manfaatnya apa? Ini berdasarkan catatan sejarah, bukan kita mau ngada-ngada, ndak!” tandasnya.* (Bayu Muhammad)

Baca juga: Grace Natalie Bantah Pernyataan Djarot IKN Belum Siap

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kudatuli: Sudahkah Bangsa Ini Belajar?

JAKARTA – Setiap tanggal 27 Juli, ingatan bangsa ini kembali

PDIP Gelar Teatrikal Peringati 30 Tahun Kudatuli

JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) menggelar aksi teatrikal untuk memperingati 30
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88