2 years ago
1 min read

Upaya Terakhir Melawan Demokrasi Terpimpin

Presiden Sukarno membacakan Dekrit Presiden 1959. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Akhir masa pemerintahan Sukarno tidak hanya diwarnai oleh gerakan ke arah otoritarianisme. Tapi juga oleh upaya kelompok-kelompok tertentu untuk mempertahankan demokrasi. Perjuangan itu diusahakan lewat pembentukan Liga Demokrasi.

Di akhir masa demokrasi liberal, Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 1959. Isinya membubarkan konstituante, mengembalikan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan penghapusan UUDS 1950.

Salah satu implikasi dari keputusan Sukarno adalah pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). Berbeda dengan DPR sebelumnya, parlemen kali ini berisikan golongan-golongan fungsional dan unsur angkatan bersenjata.

Pembentukan DPR-GR itu meresahkan pihak-pihak di parlemen yang merasa kalau kewenangan mereka digerus secara perlahan.

Kekhawatiran tersebut semakin terasa ketika kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di parlemen semakin kuat, terutama setelah didukung konsepsi Soekarno mengenai Nasakom.

Oleh karena itu, gabungan partai politik yang ada di parlemen membangun gerakan yang diberi nama Liga Demokrasi.

Joel Rocamora merincikan Liga Demokrasi itu dalam “The Destruction of the Indonesian Political Party System – The PNI During the Early Years of Guided Democracy.”

Pembentukan gerakan tersebut diinisiasikan oleh Partai Masyumi, Partai Sosialis Indonesia (PSI), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, dan dua partai Kristen lainnya. Tujuannya adalah melakukan perlawanan terhadap DPR-GR.

Selain pihak-pihak yang telah disebut, Partai Nasional Indonesia (PNI) juga hampir mendukung Liga Demokrasi.

Tapi mereka batal karena didesak oleh elemen-elemen kepemudaannya untuk tetap mendukung Soekarno, DPR-GR, dan sebaliknya mengutuk Liga Demokrasi yang sedang dibangun.

Keadaan semakin rumit bagi PNI ketika beberapa orang di jajaran kepemimpinannya takut menghadapi amarah Sukarno jika bergabung dengan Liga Demokrasi.

Sebagai gerakan yang menentang pembentukan DPR-GR dan kekuasaan Sukarno lebih luasnya lagi, Liga Demokrasi mendapatkan perhatian mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Ia menulis tentang gerakan itu dalam karangannya yang berjudul Demokrasi Kita. Dan menaruh banyak harapan kepadanya.

“Sekarang sudah berdiri suatu gerakan baru bernama Liga Demokrasi, sebagai tantangan atas pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat gotong royong oleh Presiden Sukarno,” tulisnya.

Hatta meyakini Liga Demokrasi akan mendapatkan dukungan rakyat. “Melihat perkembangan dalam waktu singkat ini, Liga itu bakal mendapat dukungan rakyat yang berjiwa demokrasi dan dari lapisan masyarakat yang cemas melihat kedudukan PKI yang diuntungkan,” sambungnya.

Kendati adanya dukungan yang cukup besar di awal dan adanya harapan dari tokoh-tokoh besar bangsa seperti Hatta, Liga Demokrasi gagal menjadi kekuatan yang signifikan untuk melawan DPR-GR dan Sukarno.

Perlu dijelaskan juga bahwa perkembangan Liga Demokrasi terjadi ketika Sukarno sedang berkembang ke luar negeri. Ketika ia kembali ke tanah air, Liga Demokrasi melemah dan segera hilang dari skena perpolitikan nasional.

Hilangnya Liga Demokrasi dari perpolitikan Indonesia masa itu jadi upaya terakhir kekuatan-kekuatan demokratis melawan Sukarno yang semakin mengarah ke otoritarianisme.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Penjelasan Sukarno tentang Peristiwa Gerakan 30 September

JAKARTA – Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) merupakan kejadian yang

Bung Karno dan Rehabiitasi Sejarah

JAKARTA – Peristiwa krusial Pencabutan TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 pada
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88