2 years ago
3 mins read

Amerika Serikat, Lagi-lagi antara Biden vs Trump

Joe Biden dan Donald Trump. (Poder360.com)

JAKARTA – Joe Biden dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) di tengah keadaan yang genting. Ia mengalahkan kandidat Partai Republik, Donald Trump, yang menjadi sosok kontroversial dan memecah-belah pada akhir masa jabatannya. Ia juga dilantik tak lama setelah pandemi Covid-19 pecah dan mengganggu kehidupan banyak orang di seantero dunia.

Perasaan mencekam yang timbul dari permasalahan-permasalahan itu tidak lebih terasa daripada di AS sendiri. Apalagi sebuah kejadian mengejutkan terjadi menjelang hari pelantikan Biden yang mengguncang masyarakat dan demokrasi AS ke akar-akarnya.

Donald Trump menolak mengakui kekalahannya. Ia menghasut pendukungnya untuk menghentikan proses pengesahan kemenangan Biden di Kongres. Pendukungnya menyerbu Gedung Kongres dan memaksa masuk ke dalamnya untuk mengganggu jalannya pengesahan kemenangan Biden.

Guncangan bagi masyarakat AS begitu hebat. Sampai-sampai Mike Pence yang menjadi Wakil Presiden Trump mengatakan kalau tindakan rekannya “… sangat gegabah.” Dan ia “tidak tahu apa niatnya” melakukan provokasi itu.

Pelantikan Biden tanggal 20 Januari 2020 dilaksanakan dalam latar belakang ini. Tidak mengagetkan kalau upacaranya penuh dengan makna yang simbolis. Dalam pidatonya, Biden memberikan kemenangannya kepada demokrasi. Ia berujar, “Ini adalah hari yang bersejarah dan penuh harapan, akan pembaruan dan tekad bulat.”

Biden juga menyinggung hal-hal yang menyentuh kehidupan sehari-hari warganya. “Sebuah virus yang muncul sekali abad diam-diam menjangkiti negara ini,” tandasnya.

Kemudian, Biden menekankan kalau Covid-19 telah merenggut nyawa banyak orang, mengakibatkan jutaan penganguran, dan menutup ratusan ribu bisnis.

Dari situ, Biden merasa kalau negaranya dan dirinya sedang diuji. “Ini merupakan waktu pencobaan,” tuturnya.

Mulai dari demokrasi yang sedang diserang, hingga peran AS di pentas dunia sedang diuji. Semua itu diselingi oleh ujian-ujian lainnya yang tak kalah berat, yaitu tumbuhnya ketidakadilan, rasisme, krisis iklim yang terjadi di tengah-tengah pandemi.

Sudah tiga tahun berlalu sejak dramaturgi yang memacu emosi itu ditampilkan. Pada waktu itu, Biden memberikan banyak janji terkait dengan perbaikan demokrasi, keharmonisan sosial, kesejahteraan, dan lain-lain. Beberapa di antaranya dipenuhi, dan beberapa lainnya dikecewakan.

Salah satu persoalan yang pertama kali mendapatkan perhatiannya adalah Covid-19. Segera habis dilantik, ia langsung mendorong Undang-Undang (UU) American Rescue Plan. Melalui UU itu, pemerintahannya bertujuan menggelontorkan program vaksinasi nasional dan bantuan keuangan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Kebijakannya berhasil memberikan vaksin kepada hampir dari setengah penduduk AS pada enam bulan pertama 2021. Data dari Commonwealth Fund juga mengungkapkan kalau program vaksinasi itu mencegah satu juta orang dari kematian, serta 10 juta lainnya dirawat di rumah sakit karena Covid-19 hingga November 2021.

Sementara janji Biden untuk kesejahteraan lewat pembangunan ekonomi juga bisa dikatakan tercapai secara memuaskan. Di bawah slogan “Build back better,” pemerintahan Biden mengeluarkan dana pemerintah untuk membangun infrastruktur dan perekonomian AS. Ia tidak menjadikan kata laissez-faire memandu kebijakannya.

Dampaknya bagi warga AS, terdapat 2,7 juta pekerjaan yang tercipta untuk mereka pada 2023. Lebih banyak daripada yang diciptakan oleh Trump sepanjang masa jabatannya. Kemudian, pada bulan Januari 2024, AS menambah sebanyak 353,000 pekerjaan. Sekarang, tingkat pengangguran di AS berada di angka 3,7 persen.

Biden juga menunjukkan keberpihakanya kepada pekerja-pekerja kelas menengah. Ia turut serta dalam protes serikat pekerja dalam beberapa kesempatan. Pemerintahannya juga memberikan kenaikan upah kepada pekerja kontrak. Sementara itu, tingkat rata-rata gaji pekerja AS sudah mulai mendekati angka inflasi.

Namun, tidak semuanya dikasih nilai ‘A’ dalam portofolio pemerintahan Biden selama tiga tahun belakangan ini. Pada masa awal jabatannya, Biden menjanjikan keharmonisan sosial. Namun, beberapa agenda seperti mengakhiri kekerasan senjata sepertinya jalan di tempat. UU soal keamanan senjata pada 2022 hanya mempersulit pembelian senjata, tapi tidak melarang pembeliannya sekaligus.

Kemudian soal perombakan kebijakan-kebijakan imigrasi yang dijanjikan, Biden mempertahankan salah satu peninggalan Trump yang kontroversial. Ia mempertahankan hukum yang memperbolehkan pemerintah untuk mengusir imigran dengan tangkas di perbatasan AS dengan Meksiko.

Selain nilai-nilai yang baik dan buruk dalam rapor kepresidenan Biden, ia juga dinilai secara beragam dalam sejumlah isu. Salah satunya adalah politik luar negeri AS. Keterlibatan AS dalam perang di Ukraina dan eskalasi di Tiongkok mengembalikan AS kepada posisinya sebagai kekuatan yang berpengaruh dalam pentas internasional.

Namun, hal itu dinodai oleh kebijakan pemerintahannya yang dinilai kurang responsif terhadap konflik Israel dengan Palestina. Meski pemerintahannya akhir-akhir ini mengambil sikap yang keras terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kebijakan-kebijakannya yang agresif.

Demikian rapor Biden selama memerintah. Kontroversi dapat muncul seputar kebijakan-kebijakannya. Pastinya, ia telah memberikan dampak positif yang secara objektif lebih baik daripada Trump dahulu. Sesuatu yang seharusnya dipertimbangkan warga AS untuk memilihnya kembali pada Pilpres 2024. Namun, semua itu dikembalikan lagi kepada mereka kala lawan lama Biden, Trump, kembali sebagai calon presiden dari Partai Republik.

Hingga kini, peninggalan-peninggalan Biden sudah diserang oleh Trump yang membangkitkan kembali politik perbedaan melalui retorika-retorikanya. Belum lama, Trump bahkan mengancam kalau AS akan mengalami pertumpahan darah jika ia tidak terpilih jadi presiden. Sama dengan empat tahun lalu, alternatif dari politik Trump adalah politik pecah belah dan ketakutan. Setidaknya dalam retorika.

Kini, masyarakat AS dan komunitas internasional menahan nafas mereka kembali. Selagi melihat AS dihadapi oleh pertanyaan yang amat penting, apakah mereka akan memilih Biden lagi? Atau kembali ke politik pecah belah lama yang dibangkitkan lagi oleh Trump? Mereka telah memilih jawaban yang tepat empat tahun yang lalu, kita hanya bisa berharap kalau mereka akan melakukan hal yang sama sekarang.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ekonomi Iran Belum Bangkit Pascaperang

TEHERAN – Berakhirnya perang belum berarti berakhirnya krisis bagi Iran. Tiga

Peringatan Vance ke Israel Menandai Babak Baru Relasi AS-Israel

Tak akan ada perpecahan, tapi suasananya tak akan sama lagi.
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88