JAKARTA – Salah satu yang menarik dari tulisan Mohammad Hatta di Foreign Affairs ini adalah penggunaan kata ganti ketiga “she atau her” untuk negara Indonesia.
Rupanya di masa itu, negara digambarkan sebagai sosok feminin. Sekarang kata ganti “she/her” untuk negara sudah mulai ditanggalkan dan diganti dengan “it” atau “they.”
Saya lebih setuju penggunaan kata “she/her” itu untuk negara. Terasa lebih puitis.

Mohammad Hatta adalah salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno.
Hatta adalah Wakil Presiden Republik Indonesia pertama, menjabat dari 1945 sampai 1949, lalu 1950 sampai 1956.
Juga menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri dari 1949 sampai 1950.
Beliau dan para pemimpin politik kala ini adalah intelektual yang menulis.
Tulisan Hatta di atas itu terbit di Foreign Affairs (1958) dengan judul Indonesia Between the Power Blocs.
Keren betul.

Saidiman Ahmad. Program Manager dan Peneliti Senior SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting)
