ATHENA – Gelombang unjuk rasa di Eropa meluas ke Yunani. Ribuan pelajar, mahasiswa, guru, pegawai negeri, dan kelompok pensiunan turun ke jalan pada Rabu (21/10/2026), menuntut peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan fasilitas sekolah, kenaikan upah, serta langkah konkret untuk mengatasi mahalnya biaya hidup.
Di Athena, sekitar 10.000 orang berunjuk rasa menuju gedung parlemen. Aksi serupa berlangsung di Thessaloniki dan puluhan kota lainnya. Para pengunjukrasa membawa spanduk dan meneriakkan slogan yang menghubungkan perjuangan mereka dengan gerakan protes di Prancis.
“Dari Yunani hingga Prancis, kami memperjuangkan pendidikan publik dan gratis,” seru para pengunjukrasa di luar gedung parlemen Yunani, sebagaimana dilaporkan Le Monde (22/10/2026), Anadolu dan Reuters (21/10/2026).
Aksi tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran pemerintah Yunani terhadap meluasnya gejolak sosial di Eropa. Berbeda dari sejumlah aksi protes di Prancis yang berujung bentrokan, kerusuhan dan vandalisme, unjuk rasa utama di Athena dilaporkan berlangsung damai. Aparat mengerahkan sekitar 3.000 personel polisi untuk mengamankan pusat kota, sementara sejumlah stasiun metro ditutup sementara sebagai langkah antisipasi.
Tuntutan pengunjukrasa tidak hanya menyangkut pendidikan. Mereka menyoroti kekurangan tenaga pengajar, bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan, ruang kelas yang terlalu padat, serta terbatasnya dukungan bagi mahasiswa. Biaya tempat tinggal yang terus meningkat juga menjadi beban, terutama bagi kaum muda yang harus membagi penghasilan atau bantuan keluarga untuk membayar sewa.
Krisis biaya hidup turut memperluas latar belakang unjuk rasa. Upah yang sulit mengejar kenaikan pengeluaran, harga energi, dan mahalnya permukiman membuat pemulihan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Persoalan ini terasa sensitif di Yunani, yang pernah mengalami krisis utang berkepanjangan pada 2009 hingga 2018, dan menjalani kebijakan penghematan fiskal yang berdampak luas terhadap layanan publik.

Aksi pada Rabu 21 Oktober 2026 tersebut juga disertai penghentian kerja oleh sejumlah kelompok. Serikat guru sekolah dasar menggelar mogok selama 24 jam, sementara organisasi guru sekolah menengah dan serikat pegawai negeri melakukan penghentian kerja terbatas. Dokter rumah sakit umum turut menggelar aksi nasional, sebagaimana dilaporkan AP dan Reuters (21/10/2026)
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis sebelumnya menegaskan pemerintahannya tidak akan kembali ke masa kerusuhan sosial besar seperti pada periode krisis ekonomi 2009. Namun, tuntutan yang muncul di jalanan memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan, perumahan, dan daya beli memang belum selesai.
Unjuk rasa ini menjadi ujian bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi layanan publik yang lebih baik, menjelang pemilihan umum yang diperkirakan berlangsung pada 2027.
Referensi:
Marina Rafenberg, “Greek Youth Take Inspiration from France in Protests over Living Conditions and Deteriorating Public Education,” Le Monde, 22 Oktober 2026, Greek youth, inspired by France, protest over living conditions and deteriorating public education
eKathimerini, “Some 10,000 March Peacefully in Athens over State Education,” 21 Oktober 2026, https://www.ekathimerini.com/news/1318864/some-10000-march-peacefully-in-athens-over-state-education/?utm_source=chatgpt.com
Angelos Tsatsis dan Valentini Anagnostopoulou, “Thousands of Greek students, teachers protest over education, pay“, Reuters, 21 Oktober 2026, https://www.reuters.com/world/thousands-greek-students-teachers-protest-over-education-pay-2026-10-21/
Necva Tastan Sevinc, “Thousands protest across Greece over education funding, rising living costs“, Anadolu Agency, 21 Oktober 2026, https://www.aa.com.tr/en/europe/thousands-protest-across-greece-over-education-funding-rising-living-costs/4096121
