JAKARTA -Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan kepada penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) di tengah potensi penurunan status pasar modal Indonesia ke kelompok Standalone Market.
Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan takut menghadapi kemungkinan tersebut.
“Kita telah bekerja dengan baik, tapi kita tahu tantangan masih sangat besar. Kita terus diadang, ya kan? Ada, apa itu? Macam-macamlah, MSCI, macam-macam, ya kan? Dia mau, dia mau takut-takuti kita.”” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Sebelumnya, penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi publik mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market, kategori yang berada dua tingkat di bawah status pasar saham Indonesia saat ini yaitu Emerging Market. Keputusan final atas usulan tersebut akan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027
“Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar. Kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah, ya.” tegas Prabowo.
MSCI menyebutkan kekhawatiran masih mencakup dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi, disfungsi pasar, serta belum adanya bukti penegakan aturan yang dinilai memadai.
Atas dasar itu, MSCI menilai klasifikasi Indonesia sebagai pasar berkembang tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Lembaga tersebut kemudian mengajukan konsultasi untuk mengubah status Indonesia menjadi Standalone Market. Kelompok Standalone Market saat ini antara lain beranggotakan Zimbabwe, Nigeria, Lebanon, dan Ukraina.
Sumber: Setneg RI/ BBC/Kompas/Detik
