5 hours ago
3 mins read

Tujuh Isu Krusial Menyambut ‘Hari Pangan se-Dunia’

Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA – Pangan adalah hak asasi manusia yang mendasar. Namun ironisnya, kini masih terdapat 645 juta orang di seluruh dunia yang masih tersandera kelaparan. Selain itu, hampir 2,7 miliar orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pola makan yang sehat. Itulah pesan inti Sekjend PBB, Antonio Guterres pada Hari Pangan se-Dunia, 16 Oktober 2026. 

Lalu bagaimana kita memaknai dan membumikan Hari Pangan se-Dunia, dalam konteks kepentingan nasional Indonesia?  Boleh jadi fenomena kelaparan di Indonesia seperti yang disinyalir Sekjend PBB itu, nyaris tidak ada di Indonesia. Namun demikian, terdapat beberapa poin krusial dalam hal pangan di Indonesia, yang berkelindan dengan tema Hari Pangan se-Dunia tersebut.

Pertama, aspek ketahanan dan kedaulatan pangan. Pemerintah mengklaim telah berhasil mewujudkan swasembada beras pada 2026, dengan total stok mencapai 16 juta ton, dan produksi beras nasional mencapai 34,7 juta ton. Namun klaim ini masih diragukan keabasahannya. Lagi pula ketahanan dan kedaulatan pangan yang hanya bersandar pada satu sumber bahan pangan, yakni beras, ini pada batas tertentu juga membahayakan. Sebab jika terjadi gagal panen karena bencana alam, krisis iklim, hama penyakit;  masyarakat menjadi tak ada pilihan selain menggunakan beras. Potensi bencana kelaparan mengintai. 

Kedua, masih tingginya harga bahan pangan, khususnya beras dan lauk pauk. Klaim stok beras yang melimpah menjadi paradoks, jika harga beras justru makin melambung. Dalam hal bahan pangan, bukan hanya aspek ketersediaan produk saja, tetapi juga keterjangkauan harga. Apalah artinya barangnya ada, tetapi masyarakat tersandera oleh harga yang mahal. Siapa pula yang menikmati harga beras yang mahal, tengkulak pula, bukan petani padi. 

Saat ini harga berbagai bahan pangan terkerek tinggi, diduga karena dampak proyek MBG. Komoditas bahan pokok tersedot untuk proyek MBG, dan dampaknya harga pangan melambung. Proyek MBG  memicu inflasi harga bahan pangan yang signifikan. Terbukti saat proyek MBG dihentikan harga pangan turun, seperti harga telur, daging ayam, daging sapi, bahkan harga sayur mayur. Dan saat proyek MBG dimulai lagi, harga berbagai komoditas pangan melambung lagi. Masyarakat menengah “mendelik” untuk membeli bahan pangan, tersebab harganya kian melangit.

Ketiga, keracunan bahan pangan. Kasus keracunan makanan masih menjadi ancaman bagi warga masyarakat, termasuk oleh proyek MBG, yang telah meracuni lebih dari 43 ribu siswa, bahkan guru. Ini artinya masalah keamanan pangan belum selesai di negeri ini. Ironisnya, itu terjadi pada proyek MBG, yang seharusnya punya standar gizi yang lebih tinggi. 

Keempat, mati surinya sumber bahan pangan lokal. Sumber bahan pangan bukan hanya beras, tapi banyak sumber pangan lokal yang melimpah. Namun sumber bahan pangan lokal tidak pernah dikembangkan, hanya menjadi bahan pangan pinggiran dan sampingan saja. Padahal sumber bahan pangan lokal melimpah ruah; dan dari sisi kualitas cukup kaya dengan vitamin dan zat gizi, lebih murah pula. 

Kelima, sampah bahan pangan, alias food waste. Salah satu masalah pangan, adalah masih tingginya sampah bahan pangan (food waste). Bahkan Indonesia menjadi negara terdepan penghasil food waste di dunia, yakni nomor dua di dunia setelah Arab Saudi, dengan jumlah 90,94 juta metrik ton. Menurut Kementerian LHK, dari total sampah di Indonesia, sebanyak 40,79 persen adalah sampah makanan. Dan tragisnya, 56,82 persen berasal dari food waste rumah tangga. Ironisnya, lebih dari 40 persen makanan dari proyek MBG justru menjadi food waste, alias “muspro” (terbuang percuma). 

Keenam, pola konsumsi yang salah kaprah. Perilaku pola konsumsi salah kaprah fenomenanya justru terjadi di rumah tangga menengah bawah, yakni alokasi pendapatan mereka untuk membeli rokok justru lebih tinggi. Data BPS membuktikan bahwa di kalangan rumah tangga menengah bawah, pendapatannya 10-11 persen justru dialokasikan untuk membeli rokok. Persentase ini jauh lebih tinggi dibanding alokasi untuk membeli lauk pauk, yang hanya 3,5 persen saja dari pendapatannya. Total perokok di Indonesia kini mencapai lebih dari 70 juta jiwa, 6 juta diantaranya perokok anak anak. Tragis kan? 

Ketujuh, impor bahan pangan. Gandum menjadi sumber bahan pangan utama di Indonesia, baik untuk bahan mi instan, roti, kue, dll. Masyarakat Indonesia justru menjadi pemakan mi instan tertinggi nomor dua setelah China. Masalahnya gandum 100 persen impor, Indonesia bukan penghasil gandum. Tak sebulir gandum pun yang ditanam dan tumbuh di Indonesia. Setiap tahun Indonesia masih mengimpor gandum sebesar 3,68 miliar kg, dengan nilai devisa senilai 997,28 juta dolar Amerika. Indonesia menjadi pengimpor gandum kedua terbesar di dunia, setelah Mesir. Selain gandum, Indonesia juga menjadi pengimpor utama kedelai, lebih dari 90 persen kedelai diimpor. Kita makan mendoan, tahu isi dan tempe goreng, itu dari kedelai yang diimpor. Kedelai dari hasil rekayasa genetik (GMO) pula.

Hari Pangan se Dunia, seharusnya menjadi refleksi untuk memulai perubahan yang transformatif dalam kebijakan pangan, dan tata kelola sumber bahan pangan. Sumber bahan pangan bukan hanya beras, kembangkan bahan pangan lokal. Bahan pangan bukan hanya stok yang cukup, tapi juga soal keterjangkauan harga pangan. Pangan adalah hak asasi warga negara; ketersediaan, keberagaman, keterjangkauan, dan pangan yang berkualitas menjadi tanggungjawab negara untuk menyediakannya.*

Tulus Abadi, Pegiat Perlindungan Konsumen, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI).

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Di Balik Ompreng MBG dan Ambisi Pemenuhan Gizi

Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Tertatih di Implementasi dan Tata Kelola?

Mengulik Fenomena Patgulipat Beras Fortifikasi

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman baru-baru ini kembali
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88