2 months ago
2 mins read

Jakarta Makin Keren

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Sesuatu yang dulu tak pernah terbayangkan. esuatu yang hanya hidup dalam angan-angan. Jakarta memiliki stadion sendiri.

Bertahun-tahun kita mendengar janji itu dari para calon gubernur. Persija akan punya stadion sendiri. Terdengar keren. Terdengar meyakinkan. Terdengar seperti sesuatu yang sebentar lagi akan diwujudkan.

Tetapi hari berganti hari. Bulan berganti bulan.  Tahun berganti tahun. Stadion itu tak pernah nampak. Yang ada hanya lahan dan tumpukan sampah. Kemudian datang Anies Baswedan. Ia berjanji. Dan kali ini, janji itu menjadi kenyataan.

Jakarta International Stadium berdiri gagah. Lalu para kaum otak dikit termasuk jubir istana berkata: JIS dibangun sejak jaman Jokowi. Seolah harus ada peran jokowi disetiap karya. Saya menjawab JIS dibangun sejak jaman Jan Pieterszoon Coen. 

Sesuatu yang selama bertahun-tahun hanya menjadi cerita, akhirnya menjadi nyata. Bukan lagi gambar dalam rencana. Bukan lagi janji di atas panggung kampanye.

Ia berdiri. Dan Jakarta memiliki stadionnya sendiri. Belum selesai rasa bangga itu, Jakarta kembali membuat sesuatu yang tak kalah berani. Formula E.  Sebuah event dunia. Sirkuit dibangun di Jakarta.

Tentu saja tidak semua orang percaya. Ada yang mencaci. Ada yang mencibir. Ada yang pesimis. Katanya tidak akan jadi. Katanya akan batal. Katanya Jakarta tidak mampu.

Tapi Jakarta kembali menunjukkan bahwa kadang-kadang sebuah kota memang harus berani bermimpi lebih besar daripada suara-suara yang meragukannya. Formula E terlaksana. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tiga kali event dunia itu terselenggara di Jakarta. Sebuah sirkuit yang dahulu dipertanyakan, akhirnya menjadi bagian dari wajah Jakarta di mata dunia.

Lalu, tak jauh dari sana, muncul sebuah gagasan yang berbeda. Masjid Apung Jakarta. Sebuah masjid di tepi laut. Sebuah gagasan yang mungkin bagi sebagian orang terdengar sederhana. Tetapi justru di situlah keindahannya.

Sebuah kota modern membutuhkan sesuatu yang mengingatkan manusia bahwa hidup bukan hanya tentang berlari. Masjid itu mulai direncanakan. Lalu pandemi datang. COVID-19 tidak pernah diundang. Banyak hal terhenti. Banyak rencana harus ditunda. Masjid Apung pun ikut tertunda. Tetapi idenya tidak dimatikan. Ia hanya menunggu waktu.

Menjelang akhir masa jabatannya, Anies kembali memulai. Prosesnya dijalankan. Perizinan ditempuh. AMDAL diproses. Tidak asal kebut.  Tidak semena-mena hanya karena memiliki kekuasaan. Semuanya berjalan melalui proses yang semestinya.

Tetapi waktu memiliki batasnya sendiri. Masa jabatan selesai. Dan sebuah pekerjaan yang belum selesai harus menemukan tangan berikutnya. Pramono Anung dan Rano Karno kemudian menuntaskannya. Kini Jakarta memiliki ketiganya.

JIS berdiri sebagai stadion sepakbola berstandar dunia. Sirkuit Formula E menjadi tempat Jakarta tiga kali menyelenggarakan event dunia.  Dan di tepi laut, Masjid Apung Jakarta berdiri dengan wajahnya yang eksotik. Tiga hal yang mungkin pada awalnya tidak terlihat sebagai satu cerita.

Tetapi hari ini, ketika kita melihatnya dari kejauhan, semuanya seperti sedang mengatakan hal yang sama: Jakarta sedang berubah. Ia tidak hanya ingin menjadi kota yang besar. Ia ingin menjadi kota yang diperhitungkan dunia. 

Tetapi ada sesuatu yang lebih penting. Jakarta tidak ingin menjadi global dengan kehilangan jiwanya. Di tengah stadion, ada olahraga. Di tengah sirkuit, ada teknologi dan dunia. Di tepi laut, ada masjid. Ada azan. Ada tempat untuk bersujud. Ada ruang untuk manusia mengingat bahwa sehebat apa pun sebuah kota, manusia yang tinggal di dalamnya tetap membutuhkan Tuhan.

Mungkin inilah wajah Jakarta yang kita inginkan. Kota yang berani menatap dunia, tetapi tidak membelakangi langit. Kota yang berlari cepat, tetapi masih menyediakan tempat untuk berhenti. Kota yang membangun masa depan, tetapi tidak meninggalkan spiritualitas. Karena menjadi kota global bukan berarti harus kehilangan akar. Justru kota yang besar adalah kota yang tahu dari mana ia berasal.

Dan Jakarta, dengan JIS, Sirkuit Formula E dan Masjid Apung Jakarta, sedang memperlihatkan wajah itu. Jakarta makin keren. Bukan hanya karena bangunannya. Bukan hanya karena event dunianya.

Tetapi karena di antara ambisi menjadi kota global, Jakarta masih menyisakan ruang untuk sesuatu yang jauh lebih tinggi dari sekadar kemajuan: spiritualitas.*

Geisz Chalifah, Produser Jakarta Melayu Festival.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Air Mata di Atas Laut Ancol

JAKARTA – Saya pernah menonton sebuah film di bioskop. Judul

Geisz Chalifah: Menjaga Nyala Melayu yang Nyaris Padam

JAKARTA – Publik lebih mengenal Geisz Chalifah sebagai sosok yang kerap
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88