2 months ago
2 mins read

Lebanon-Israel Berunding di Roma

Kantor Dubes AS di Roma, tempat perundingan antara delegasi Lebanon dan Israel. (Foto: Aljazeera)

LEBANON – Lebanon dan Israel kembali duduk di meja perundingan. Kali ini, pembicaraan digelar di Roma dengan fokus membahas implementasi kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Lebanon.

Bagi Beirut, agenda utama dalam perundingan dua hari tersebut adalah mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan. Namun, di tengah masih berlanjutnya serangan dan perbedaan sikap kedua pihak, peluang tercapainya kemajuan dalam waktu dekat dinilai masih terbatas.

Menurut pejabat Lebanon kepada Reuters, delegasi kedua negara mulai menggelar pertemuan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Roma pada Selasa. Pemindahan lokasi perundingan dari Washington ke ibu kota Italia disebut memberi ruang yang lebih mudah bagi masing-masing delegasi untuk berkonsultasi langsung dengan pemerintah mereka selama proses negosiasi berlangsung.

Presiden Lebanon Joseph Aoun telah memberikan arahan kepada delegasi negaranya agar menuntut penarikan segera pasukan Israel dari dua wilayah yang telah ditetapkan di Lebanon selatan sebelum memasuki pembahasan lanjutan dengan delegasi Israel.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan negaranya menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan sebagai bagian dari upaya melanjutkan proses menuju gencatan senjata yang nyata di Lebanon.

“Kami juga sangat senang bahwa Roma dapat menjadi tempat berlangsungnya pertemuan ini. Dengan demikian, ibu kota kami menjadi ibu kota perdamaian,” kata Tajani menjelang pertemuan Uni Eropa di Brussel.

Besepakatan belum berjalan mulus
Perundingan di Roma merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan di Washington pada 26 Juni. Kesepakatan itu menyerukan penghentian perang Israel di Lebanon, pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata yang diyakini merujuk kepada Hizbullah, pengerahan tentara Lebanon ke wilayah selatan, serta penarikan bertahap pasukan Israel.

Namun implementasinya masih menghadapi hambatan. Serangan Israel masih terus berlangsung, sementara Hizbullah menolak kesepakatan tersebut, termasuk upaya pelucutan senjatanya. Di sisi lain, Israel menyatakan pasukannya akan tetap berada di Lebanon selatan selama Hizbullah masih memiliki persenjataan.

Sejak konflik kembali pecah pada 2 Maret, diplomasi yang dipimpin Amerika Serikat tetap berjalan meski mendapat penolakan dari Hizbullah yang didukung Iran.

Dalam kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran pada pertengahan Juni, kedua negara sepakat menghentikan pertempuran di seluruh front, termasuk perang Israel di Lebanon. Meski demikian, Israel tetap memandang konfliknya dengan Hizbullah sebagai isu keamanan nasional dan melanjutkan operasi militernya.

Beirut dorong penarikan bertahap
Saat ini, militer Israel menguasai kawasan yang disebut sebagai “zona penyangga” sejauh sekitar 10 kilometer dari perbatasan Israel di sepanjang wilayah Lebanon selatan. Israel menyebut zona tersebut diperlukan untuk melindungi wilayah utaranya dari serangan Hizbullah.

Presiden Aoun berharap pertemuan di Roma menghasilkan langkah konkret di lapangan, terutama dimulainya penarikan pasukan Israel agar tentara Lebanon dapat segera ditempatkan di wilayah selatan.

Salah seorang pejabat Lebanon mengatakan delegasi negaranya akan mengusulkan skema penarikan pasukan Israel secara bertahap, satu zona demi satu zona. Mekanisme itu merupakan bagian dari proyek “zona percontohan”, di mana Hizbullah akan melucuti persenjataannya, pasukan Israel mundur, dan tentara Lebanon masuk secara bergantian ke setiap wilayah.

Kesepakatan 26 Juni menetapkan dua zona sebagai titik awal pelaksanaan rencana tersebut. Pekan lalu, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) telah berkoordinasi dengan Lebanon dan Israel untuk memulai proyek tersebut.

Menurut sumber Reuters, delegasi militer Amerika Serikat juga telah berada di Lebanon pada akhir pekan lalu guna membahas secara rinci rencana implementasi bersama Angkatan Darat Lebanon.

Korban terus bertambah
Di tengah proses diplomasi, operasi militer Israel masih berlangsung. Militer Israel disebut telah memaksa warga Lebanon meninggalkan rumah mereka dan melakukan peledakan terkendali terhadap sejumlah desa. Israel menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menghancurkan infrastruktur, termasuk terowongan bawah tanah yang digunakan Hizbullah.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 4.000 warga Lebanon tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi sejak perang berlangsung pada Maret. Di pihak Israel, sedikitnya 32 personel militer dan empat warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan Hizbullah sejak Israel memulai operasi militernya.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

‘Kudeta’ Netanyahu Ancam Perang Gaza Tanpa Akhir

Penolakan pemimpin Israel terhadap peta jalan yang dipimpin AS akan

Ekonomi Iran Belum Bangkit Pascaperang

TEHERAN – Berakhirnya perang belum berarti berakhirnya krisis bagi Iran. Tiga
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88