JAKARTA – Sebanyak 356 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (24/6/2026) pukul 11.00 WIB. Kepulangan mereka menandai berakhirnya tugas pelayanan di Makkah, setelah sekitar dua bulan mendampingi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Pemulangan petugas dilakukan secara bertahap seiring operasional haji 1447 H/2026 M yang kini terfokus di Madinah, terutama untuk layanan jemaah gelombang kedua dan proses pemulangan ke Indonesia.
Selama bertugas di Makkah, para petugas terlibat dalam berbagai lini layanan, mulai dari pendampingan ibadah hingga pelayanan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Pengalaman itulah yang kini mereka bawa pulang—bukan sekadar sebagai kenangan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat layanan haji ke depan.
Petugas Tugas dan Fungsi (Tusi) Layanan Lansia dan Disabilitas Daker Makkah, Rohmah Romadhonia, mengaku masa tugas di Arab Saudi meninggalkan kesan yang dalam. Kepulangannya ke Indonesia, kata dia, diwarnai rasa haru sekaligus syukur setelah menuntaskan amanah mendampingi tamu-tamu Allah.
Menurut Rohmah, pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia, dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Para petugas berusaha memosisikan jemaah seperti orang tua sendiri, yang harus dilayani dengan kesabaran, perhatian, dan kepedulian.
Pengalaman paling membekas baginya adalah ketika sejumlah jemaah yang sempat ia dampingi akhirnya wafat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji. Momen itu, kata dia, menjadi pengingat bahwa setiap pelayanan harus diberikan sebaik mungkin.
“Semua yang diarahkan kepada jemaah pada dasarnya untuk kebaikan mereka sendiri. Kami tidak dalam posisi mengatur, tetapi memastikan pelayanan terbaik,” ujar Rohmah.
Rohmah juga mengapresiasi sikap jemaah Indonesia yang dinilai kooperatif selama pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pelayanan di lapangan.
Kerja tim jadi kunci
Pengalaman serupa juga dirasakan para petugas di sektor-sektor lain. Di tengah dinamika pelayanan jemaah selama lebih dari dua bulan, koordinasi dan kebersamaan antarpersonel menjadi modal utama untuk menjaga layanan tetap berjalan.
Kepala Sektor 8 Daker Makkah, Nur Muhammad, mengatakan masa tugas selama sekitar 62 hari bisa dilalui dengan baik berkat rasa tanggung jawab dan kerja sama seluruh petugas.
Menurut dia, setiap tahapan pelayanan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan, menuntut koordinasi yang kuat. Karena itu, kepulangan ke Indonesia menjadi momen yang tak hanya mengharukan, tetapi juga membanggakan karena para petugas dapat menuntaskan amanah dan kembali dalam kondisi sehat.
“Yang kami lakukan bukan kerja individu, tetapi kerja tim besar yang saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” ungkap.
Ia berharap pengalaman selama bertugas di Makkah tidak berhenti sebagai cerita lapangan semata. Seluruh catatan, tantangan, dan pelajaran yang didapat, kata dia, perlu menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan haji Indonesia pada masa mendatang semakin rapi, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.*
