MADINAH – Kepatuhan jemaah haji Indonesia terhadap aturan bagasi dan barang bawaan menjelang kepulangan ke Tanah Air terus menunjukkan perbaikan. Sosialisasi yang dilakukan petugas haji dinilai mulai dipahami oleh jemaah, terutama terkait barang-barang yang dilarang masuk ke pesawat.
Kepala Seksi Pelayanan Pemulangan (Kasi Yanpul) Daerah Kerja Madinah, Nur Arif Muhamad, mengatakan tingkat kepatuhan jemaah terus meningkat seiring mendekatnya akhir fase pemulangan.
“Kepatuan jemaah itu sudah semakin membaik. Jadi, sosialisasi yang kita sampaikan itu sudah sampai ke jemaah. Terkait dengan barang bawaan yang dilarang dari maskapai, yaitu berupa zamzam, powerbank, dan sebagainya itu sudah semakin membaik,” ujar Arif, Senin (22/6/2026).
Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah koper yang berisi air zamzam. Sebagian jemaah bahkan berupaya menyiasati pemeriksaan dengan membungkus air zamzam menggunakan selotip, plastik, hingga aluminium foil.
Namun, menurut Arif, cara tersebut tidak akan berhasil karena seluruh koper tetap akan melalui pemeriksaan ketat menggunakan mesin X-ray.
Karena itu, ia kembali mengingatkan jemaah untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi.
“Jangan sampai membawa air zamzam ke dalam koper. Nanti semua akan dibongkar oleh petugas-petugas yang ada di gudang,” tegasnya.
Koper diperiksa dua kali
Arif menjelaskan, seluruh bagasi jemaah akan melalui dua tahap pemeriksaan X-ray sebelum diterbangkan ke Indonesia.
Pemeriksaan pertama dilakukan setelah koper ditimbang di hotel. Selanjutnya koper dikirim ke gudang penyimpanan sebelum dimasukkan ke kontainer dan diberangkatkan menuju bandara.
“Jadi, X-ray yang pertama ini dari penimbangan di hotel. Setelah itu, nanti akan dibawa ke warehouse yang ada di gudang. Kemudian masuk di X-ray dan ke kontainer. Di kontainer itu nanti akan dibawa lagi menuju ke bandara,” jelasnya.
Setibanya di bandara, koper kembali diperiksa sebelum dimuat ke pesawat. “Di bandara ada gudang lagi. juga akan di X-ray lagi. Ketika di gudang yang pertama lolos, nanti kedua mungkin tidak akan lolos lagi,” lanjutnya.
Karena itu, petugas meminta jemaah tidak lagi mencoba membawa barang-barang yang dilarang maskapai ke dalam bagasi.
Selain bagasi, petugas juga mengingatkan aturan terkait barang yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat. Benda tajam, bahan peledak, serta zat kimia tertentu dilarang masuk ke kabin demi alasan keselamatan penerbangan.
Sementara itu, alat bantu berjalan seperti tongkat tetap diperbolehkan dibawa, namun harus dimasukkan ke dalam koper bagasi.
Arif juga menegaskan, jemaah hanya diperbolehkan membawa satu koper kabin dan satu tas paspor ke dalam pesawat. Barang bawaan lain yang melebihi ketentuan akan ditertibkan saat pemeriksaan di bandara.*
