MADINAH – Pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia, khususnya lansia dan pengguna kursi roda, terus menjadi perhatian Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Di Sektor 2 Madinah, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan proses kedatangan maupun kepulangan jemaah berjalan aman dan nyaman.
Kepala Sektor 2 Madinah, Iskandar Mahyudin, mengatakan aktivitas pelayanan jemaah pada Sabtu (20/6/2026) berlangsung cukup padat. Selain menerima kedatangan jemaah dari Makkah, petugas juga melakukan pendorongan jemaah yang akan pulang ke Tanah Air melalui Bandara Madinah.
“Pada hari ini kita melakukan pendorongan jemaah menuju ke Bandara Madinah. Ada enam kloter yang kita dorong pada hari ini. Sedangkan kedatangan ada empat kedatangan, empat kloter yang tiba dari Makkah ke Madinah,” kata Iskandar.
Secara keseluruhan, terdapat 10 kloter yang ditangani dalam sehari, terdiri dari empat kloter kedatangan dan enam kloter keberangkatan. Selain itu, petugas juga melakukan penimbangan barang bawaan untuk delapan kloter yang dijadwalkan pulang dalam dua hari ke depan.
“Kemudian penimbangan barang itu ada delapan kloter yang hari ini ditimbang. Berarti kalau hari ini ditimbang, dua hari lagi mereka akan berangkat menuju ke tanah air dari Bandara Madinah,” ujarnya.
Perhatian khusus
Di tengah tingginya mobilitas jemaah, Sektor 2 memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia dan pengguna kursi roda. Salah satu hotel yang ditempati jemaah bahkan menyediakan fasilitas lift khusus untuk membantu proses turun-naik jemaah berkebutuhan khusus.
Iskandar menjelaskan, penggunaan fasilitas tersebut dipilih karena akses tangga dinilai kurang aman bagi lansia.
“Kita lihat di belakang kita ini adalah sejenis lift untuk visibilitas, jadi untuk memudahkan jemaah turun dari kursi roda. Kita tidak menggunakan tangga karena tangga tersebut agak landai ssehingga cukup membahayakan. Alhamdulillah hotel menyiapkan seperti yang kita lihat sekarang ini,” jelasnya.
Menurut dia, lift tersebut sangat membantu petugas dalam mengevakuasi dan mengarahkan jemaah lansia yang membutuhkan kursi roda menuju kendaraan maupun area hotel.
Layanan gelombang kedua ditingkatkan
Iskandar mengungkapkan, pelayanan pada gelombang kedua terus disempurnakan berdasarkan evaluasi yang dilakukan selama fase kedatangan gelombang pertama.
Ia menyebut arahan dari Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kualitas layanan di lapangan.
Berbagai kekurangan yang ditemukan pada fase sebelumnya, kata Iskandar, langsung dibenahi agar proses penempatan jemaah di hotel berjalan lebih cepat dan tertata.
“Kita evaluasi di mana kekurangan kita di gelombang satu, di gelombang dua kita sempurnakan. Dan sebagaimana kita lihat, tidak sampai berapa menit jemaah sudah masuk bus. Rombongan masuk ke bus masing-masing, termasuk juga tas yang sudah masuk per rombongan,” ungkapnya.
Sektor 2 juga memberikan apresiasi kepada jemaah yang dinilai kooperatif selama proses kedatangan dan keberangkatan. Untuk menghindari kesalahan penempatan, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan syarikah dan menempelkan informasi penempatan rombongan di setiap pintu hotel.
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses layanan berlangsung lebih tertib, cepat, dan ramah bagi seluruh jemaah, terutama mereka yang masuk kategori lansia dan membutuhkan pendampingan khusus.*
