JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memperketat langkah mitigasi untuk memastikan peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon manajer Koperasi Merah Putih dapat mengikuti pendidikan dengan aman. Langkah ini dilakukan untuk mencegah peserta jatuh sakit hingga meninggal selama pelatihan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastiat mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap seluruh peserta sebelum menjalani pelatihan.
“Sebagai langkah mitigasi, penyelenggara juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, observasi, dan isolasi terhadap peserta yang memerlukan layanan kesehatan,” kata Ketut dalam jumpa pers di Kementerian Pertahanan, Sabtu.
Menurut Ketut, pemeriksaan tersebut bertujuan memetakan kondisi fisik dan riwayat kesehatan peserta sehingga pelatih dapat menyesuaikan intensitas latihan sesuai kemampuan masing-masing.
Selain itu, Kemhan juga memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan TNI untuk memastikan peserta yang membutuhkan penanganan medis dapat segera memperoleh layanan.
“Kita berkoordinasi intensif dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan TNI untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan optimal,” jelas Ketut.
Ia berharap langkah mitigasi tersebut membuat pelaksanaan latsarmil berjalan aman sekaligus tetap mencapai tujuan pembinaan bagi para calon pengelola Koperasi Merah Putih.
Mitigasi serupa juga diterapkan di sejumlah lokasi pelatihan, termasuk di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengatakan peserta dengan riwayat penyakit kronis dipisahkan dari kegiatan fisik yang berat.
“Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan,” kata Agus saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6).
Agus menjelaskan pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti latsarmil. Peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu akan lebih banyak mengikuti materi di dalam kelas, sementara peserta lainnya menjalani kegiatan lapangan seperti apel pagi, latihan peraturan baris-berbaris (PBB), hingga latihan menembak.
“Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya,” kata Agus.*
