MADINAH — Memasuki Mei 2026, suhu udara di Arab Saudi mulai menanjak tajam. Di Madinah dan sekitarnya, temperatur siang hingga sore hari diperkirakan mencapai 40–41 derajat Celcius. Kondisi ini membuat jemaah haji, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Di tengah lonjakan suhu tersebut, PPIH Arab Saudi 2026 Sektor Bir Ali mengintensifkan imbauan kewaspadaan kepada jemaah. Terlebih, dalam dua hari ke depan, arus pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah memasuki fase akhir yang cukup padat.
Seperti diketahui, setiap jemaah yang bergerak ke Makkah akan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat dan berniat ihram. Proses ini mengharuskan jemaah turun dari bus menuju Masjid Dzul Hulaifah untuk melaksanakan salat sunah ihram—meski dalam kondisi cuaca yang terik.
Di lapangan, imbauan agar lansia, disabilitas, dan jemaah risiko tinggi tetap berniat ihram dari dalam bus belum sepenuhnya diikuti. Banyak jemaah tetap memilih turun ke masjid untuk melaksanakan ibadah secara langsung.
Untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan, seluruh petugas lintas fungsi—mulai dari layanan jemaah, bimbingan ibadah, hingga tim kesehatan—dikerahkan untuk memastikan proses berjalan aman.
Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH), dr Andari Sukma, kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian bagi kelompok rentan.
“Jemaah haji terutama lansia dan disabilitas tidak turun dari bus. Apabila turun, siapkan alat pelindung diri dari cuaca panas,” ujarnya saat mengawal proses miqat di Bir Ali, Selasa (5/5/2026).
Menurut Andari, paparan suhu ekstrem berisiko memicu heat stroke yang dapat membahayakan kondisi jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Untuk mengantisipasi heat stroke, jemaah hendaknya menyiapkan botol berisi air dan minum dua hingga tiga teguk setiap 20-30 menit,” saran Andari.
Selain itu, perlindungan dari paparan langsung sinar matahari juga menjadi perhatian. Jemaah diminta menggunakan pelindung kulit serta perlengkapan pribadi.
“Sebaiknya juga jemaah menyiapkan alat pelindung diri seperti masker, topi, payung, ataupun syal,” lanjut Andari.
Secara umum, jemaah diimbau untuk menghindari paparan langsung sinar matahari selama proses miqat di Bir Ali. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang rangkaian ibadah haji berikutnya.*
