MAKKAH — Arus kedatangan jemaah haji Indonesia ke Makkah terus meningkat. Pada hari kedua, Jumat (1/5/2026), sebanyak 18 kloter dijadwalkan tiba dari Madinah, menandai percepatan pergerakan gelombang pertama.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menyebut jumlah jemaah yang datang hari ini diperkirakan mencapai 7.000 hingga 8.000 orang.
“Untuk kedatangan hari yang kedua di Makkah al-Mukarramah ini pada tanggal 1 Mei 2026, Insya Allah kita akan menerima kedatangan sebanyak 18 kloter,” ujar Ihsan, Jumat (1/5/2026).
Sehari sebelumnya, sebanyak 12 kloter telah lebih dulu tiba dan tersebar di enam sektor layanan. Secara umum, proses kedatangan berjalan lancar meski menjadi pengalaman pertama bagi sebagian petugas di lapangan.
“Alhamdulillah, secara umum kedatangan jemaah haji Indonesia kemarin berjalan lancar,” lanjut Ihsan.
Ia menambahkan, distribusi jemaah kini diperluas. Jika pada hari pertama hanya mencakup sebagian sektor, maka pada hari kedua, seluruh 10 sektor di Makkah mulai menerima jemaah. Petugas juga melakukan evaluasi terhadap proses kedatangan hari pertama, termasuk menyelesaikan kendala teknis seperti selisih jumlah jemaah di dalam bus.
Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Data kebutuhan mereka telah dipetakan sejak awal untuk memastikan layanan berjalan optimal.
Jaga kondisi fisik
Di tengah euforia kedatangan di Tanah Suci, Ihsan mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi fisik. Menurutnya, kesehatan menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan sempurna.
Ia menekankan, fokus utama jemaah adalah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Sekali lagi, kita harus menyiapkan semua itu untuk pelaksanaan puncak haji,” ia menegaskan.
Dengan lonjakan kedatangan dan dinamika lapangan yang terus berkembang, koordinasi petugas menjadi kunci agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman di Tanah Suci.*
